Tiga Mahasiswa STAIN Majene Lolos Kurasi Masterclass Skenario Film Nasional di Banjarmasin

Keikutsertaan talenta muda dari Sulbar untuk program SCENE akan menjadi benih yang baik untuk ekosistem perfilman di Sulbar kedepannya.

Penulis: Abni Ganina | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Anwar Wahab, Khaeril Umam, dan Toha Munim, tiga mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene, berhasil melewati kurasi ide cerita skenario film dari program SCENE 2022. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Anwar Wahab, Khaeril Umam, dan Toha Munim, tiga mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dari STAIN Majene, berhasil melewati kurasi ide cerita skenario film dari program SCENE 2022.

Masterclass Skenario Film TV dan OTT yang diadakan oleh Kemenparekraf RI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini telah berlangsung pada 12-13 April 2022 secara offline.

Dan akan dilanjutkan dengan online selama sepekan setelah acara di Banjarmasin.

Program SCENE diadakan di empat kota besar di Indonesia yang digilir tiap tahun.

Dan akan berlanjut ke tahap selekasi Inkubasi atau pelatihan lanjutan di Jakarta.

Baca juga: Siap-siap! Pemerintah Isyaratkan Kenaikan Tarif Listrik, LPG 3 Kg & Pertalite, Setuju Nggak?

Baca juga: Warga Mamuju Ramai Gadaikan Emas Selama Ramadan di Pegadaian, Transaksi Naik 20 Persen

Anwar Wahab, Khaeril Umam, dan Toha Munim, tiga mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dari STAIN Majene, berhasil melewati kurasi ide cerita skenario film dari program SCENE 2022.
Anwar Wahab, Khaeril Umam, dan Toha Munim, tiga mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dari STAIN Majene, berhasil melewati kurasi ide cerita skenario film dari program SCENE 2022. (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Banjarmasin, Kalimantan Selatan sebagai kota terakhir dari program SCENE tahun ini.

Program SCENE bertujuan menghimpun para calon penulis skenario muda dari berbagai daerah.

Penulis skenario muda dari berbagai daerahdi Indonesia yang diyakini memiliki ragam ide cerita yang menarik berdasar kearifan lokal mereka untuk diangkat ke dalam film layar lebar.

"Ini adalah pengalaman luar biasa. Meski dengan perjalanan yang cukup melelahkan, sambung sambung kapal dan mobil dari Mandar serta tanpa dibiayai oleh daerah, banyak pelajaran soal film yang kami dapat. Mentornya sangat jeli dan menguji mental namun tetap dengan pembawaan yang seru," cerita Anwar, yang berasal dari Polewali Mandar saat dihubungi via telepon WhatsApp.

Adapun mentor-mentor pada program ini adalah Gunawan Paggaru, Ketua Badan Perfilman Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved