Bagaimana Hukum Mengqada Puasa yang Terlupakan? Ustaz Sabaruddin Menjawab

Ia mengungkapkan, menurut Mazhab Imam Syafi'i barang siapa meninggalkan puasa dari beberapa tahun lalu maka wajib diganti atau membayar fidiyah.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
tangkapan layar
Ustaz Sabaruddin di Studio Tribun Timur 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Ustadz Sabaruddin LC kembali hadir dalam program Tribun-Timur.com Syiar Ramadan 1443 Hijriah, Rabu (13/4/2022).

Program Anda Bertanya Ustadz Menjawab tersebut kali ini membahas soal bagaimana cara mengqada puasa yang terlupakan berapa jumlahnya.

Sabaruddin mengatakan, manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

"Bagi orang yang lupa dengan puasa maka tidak wajib lagi mengganti puasanya," ungkap Sabaruddi saat menyampaikan cermahnya di studio Tribun-Timur.com.

Namun kata dia, jika seseorang mengingat puasanya yang telah batal maka wajib untuk mengganti puasa tersebut.

"Berapa jumlah yang kita ingat maka sebanyak itu qada puasa yang kita gantikan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, menurut Mazhab Imam Syafi'i barang siapa meninggalkan puasa dari beberapa tahun lalu maka wajib diganti atau membayar fidiyah.

"Jika ada puasa yang ditinggalkan maka diwajibkan membayar fidiyah," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved