Masjid Madaniah Pasangkayu

Cerita Keberadaan Al-Quran Raksasa di Masjid Madaniah Pasangkayu, Usianya 300 Tahun

Punya Historis Hadiah dari Raja Banten, Terbuat dari Pelepah Kurma dan Kulit Unta Usianya 300 Tahun

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto
Sesi Keamanan Yayasan Madaniah Pasangkayu, Landang, menunjukkan Al Quran Raksasa yang dipajang di masjid tersebut 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Masjid Al-Madaniah atau Yayasan Islamic Center Madaniah memiliki keunikan tersendiri dibanding masjid-masjid lain di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Masjid megah yang terletak di area perkantoran Pemda Pasangkayu, Jalan Ir Soekarno Kecamatan Pasangkayu itu, menyimpan satu buah Al-Quran berukuran yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Jurnalis Tribun-Sulbar.com, berkesempatan mengunjungi masjid ini sekaligus melihat langsung keberadaan Al-Quran yang dibuat dari tulis tangan manusia itu, pada Jumat siang (8/4/2022).

Sesi Keamanan Yayasan Madaniah Pasangkayu, Landang, mengatakan berdasarkan informasi didapatkan, Al-Quran tersebut terbuat dari pelepah pohon kurma.

Kemudian pembukus bacaan Al-Quran ini, terbuat dari kulit unta.

Jurnalis Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto berfose di dekat Al-Quran raksasa
Jurnalis Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto berfose di dekat Al-Quran raksasa tersimpan di Masjid Madaniah Pasangkayu, Jalan Ir Soekarno Kecamatan Pasangkayu, Jumat (8/4/2022).

“Informasinya Al Quran ini, dari Timur Tengah usianya diperkirakan sudah 300 tahun,” ucapnya.

Kenapa akhirnya Al-Quran tersebut, sampai ke Pasangkayu, masih menurut keterangan informasi yang ia dapatkan.

Dulunya Al-Quran itu, disimpan di Masjid Nurul Hudaah Pasangkayu.

“Setelah Masjid Madaniah ini, resmi difungsikan dipindahkan di sini,” jelasnya.

Katanya, Al-Quran ini, adalah hadiah dari Kerajaan Banten Provinsi Banten saat ini, diberikan kepada H Lukman Said.

Di masa itu, H Lukman Said, adalah Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, dan kini sudah menjadi Ketua Umum Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (Adkasi).

“Setelah di Pasangkayu, Lukman Said, menyerahkan ke Bupati Pasangkayu. Saat itu, pemerintah Agus Ambo Djiwa bersama H Muhammad Saal,” ucapnya.

Untuk memastikan agar Al-Quran besar itu tetap aman dan terjaga kelestariannya pengurus masjid menyimpan di lemari untuk dipajang di Masjid Madaniah Pasangkayu.

“Kita akan jaga kelestarian Al-Quran ini,” tekad Landang.(*)

Laporan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved