Sudut Nalar

Persahabatan sebagai Ukuran Keimanan

Beliau hidup dengan senang dan serba berkecukupan bersama kedua orang tuanya.

Editor: Nurhadi Hasbi
dok pribadi
Ketua LDNU Sulawesi Barat, Kiyai Muda Nur Salim Ismail 

Nabi menjawab: "Ialah mereka yang senantiasa mengingatkanmu kepada Allah, tutur katanya menambah cakrawala berpikir, dan senantiasa mengingatkan akan pentingnya mengingat akhirat".

Abu Hurairah menukilkan hadist Nabi dari Sunan Abu Daud dan Tirmidzi.

Pesan Nabi, perilaku keberagamaan seseorang itu dapat dicermati melalui siapa sahabat-sahabatnya. Maka perhatikanlah kepada siapa kalian bersahabat.

Bagi kita yang awam, membangun perkawanan yang sehat itu penting.

Di samping, kata Nabi SAW, mengingatkan tentang fungsi saling menasehati, hal tak kalah pentingnya adalah bobot pengetahuan itu sendiri.

Sebab kebodohan bukan saja karena faktor ketidaktahuan. Melainkan juga karena aspek lingkungan yang kadang turut melengkapi kebodohan.

Pesan utama dari Abdul Qadir Isa adalah, pentingnya menghidupkan perkawanan, persahabatan dan pergaulan yang dibalut oleh nilai-nilai keilahian. Sebab, seringkali keakraban justeru menghilangkan keadaban.

Perhatikanlah kebiasaan kita masing-masing. Awal mula berkenalan, terlihat kesopanan yang sangat agung.

Namun seiring berjalannya waktu serta keakraban yang kian melekat, derajat kesopanan kita akhirnya pupus dan sirna.

Lebih ironis lagi ketika perkawanan kita semakin hari semakin bertoleransi pada kebatilan.

Tanpa sedikitpun ada ruang untuk saling kengingatkan agar kembali kepada jalan kebenaran.

Harapan agar persahabatan mampu menggiring jiwa dan raga pada titik Iman yang sempurna, terpaksa terkikis oleh iklim persahabatan yang gandrung merayakan kenistaan.

Kesulitan ini wajar. Sebab kekakuan membicarakan pesan-pesan kebaikan dalam lingkar perkawanan akan terus muncul, di saat kita semua punya memori rekam jejak yang buruk, hitam dan memalukan.
Seperti sulitnya mempercayai seekor kerbau menjelaskan tentang Nikmatnya terbang di udara.

Mari menjemput Ramadan dengan membuka lembaran persahabatan yang saling mengingatkan ke jalan suci ilahi rabbi.(*)

  • Berita Terkait :#Sudut Nalar

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved