Filosofi Angka SATU

Jika ada angka nol setelah angka 1, maka disebut 10 (sepuluh). Jika bertambah angka 0, maka menjadi 100 (seratus). Demikian seterusnya.

Editor: Nurhadi Hasbi
Ustaz Nur Salim Ismail
Ustaz Nur Salim Ismail S. Th. I, M.Si. ketua LD PWNU Sulbar 

PERHATIKAN angka 1 pada deretan angka 0 (nol). Kehadirannya menunjukkan nilai. Dan ketiadaannya menunjukkan kekosongan, hampa dan tak arti apapun.J

Jika ada angka nol setelah angka 1, maka disebut 10 (sepuluh). Jika bertambah angka 0, maka menjadi 100 (seratus). Demikian seterusnya.

Shalat menempati posisi layaknya angka 1. Mendirikannya adalah bagian dari bentuk mengokohkan amalan-amalan lainnya.

Sebaliknya, amalan yang tak disokong oleh jiwa istiqamah menunaikan shalat, ibarat angka Nol yang tak punya nilai apapun.

Betapapun kekuatan sedekah, puasa, haji dan ragam kesalehan lainnya ditunaikan, tanpa shalat, segalanya hanya berujung pada isapan jempol, atau sebatas bulir-bulir air mata yang segera lenyap oleh usapan tangan manusia.

Benarlah, pesan Nabi saw, bahwa awal mula yang bakal mendapatkan hisab di hari kemudian adalah Shalat.

Jika shalat terbilang baik, maka besar harapan, segala kebaikan lainnya pun akan baik.

Sebaliknya, jika terbilang buruk, sulit kiranya kita mendulang keselamatan di akhirat nanti.

Apakah syafaat Nabi tak punya kekuatan yang berarti? Ada, namun tidakkah kita malu menuntut syafaat tanpa menimbang kepantasan meraih Syafaat Nabi?

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved