Kenaikan Harga Cabai Hingga Minyak Goreng Sumbang Inflasi 0,15 Persen di Bulan Maret 2022

Komoditas bahan pangan menjadi penyumbang inflasi Sulbar, ialah daging ayam, daging sapi, bawang merah.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Cabai di Lapak Sapiah di Pasar Lama Mamuju, Jl Letjen Hertasning, Mamuju, Sulbar, Sabtu (12/3/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Inflasi kembali terjadi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di bulan Maret 2022.

Berdasarkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) mingguan yang dilakukan Bank Indonesia(BI) perwakilan Sulawesi Barat.

Hingga pekan ke-4 Maret 2022, Sulbar diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0,15 persen -0,5 persen (mtm) atau 2,6 persen-3,0 persen (yoy).

Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,12 persen (mtm).

Komoditas bahan pangan menjadi penyumbang inflasi Sulbar, ialah daging ayam, daging sapi, bawang merah.

Kemudian cabai merah, cabai rawit, gula pasir, dan minyak goreng kemasasan.

Baca juga: Jelang Ramadan, Stok Minyak Goreng di Polman Masih Terbatas, Ini Pemicunya

Baca juga: Marcus Akan Jalani Operasi, The Minions Dipastikan Absen di Korea Open dan Kejuaraan Asian 2022

Inflasi merupakan keadaan ekonomi terdapat kenaikan harga-harga barang secara umum.

Kenaikanya dalam waktu yang panjang (kontinu) disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Infalsi berdampak kurang baik terhadap masyrakat yang pendapatanya rendah.

Sebab harga barang-barang semakin tinggi, dan tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved