minyak goreng langka

Antre, Minyak Curah Pasangkayu Diburu Pedagang dari Kabupaten Wajo

Pantauan aktivitas penjualan minyak curah di sekitar Bundaran Smart Pasangkayu sekitar pukul 08.00 wita, berbeda dari biasanya.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto
Pedagang minyak dari berbagai daerah rela antre mendapatkan minyak curah di salah satu agen minyak curah di sekitar Bundaran Smart Pasangkayu, Selasa (29/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Keberadaan distributor minyak curah di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, diburu para pedagang minyak dari berbagai daerah, Selasa (29/3/2022).

Pantauan aktivitas penjualan minyak curah di sekitar Bundaran Smart Pasangkayu sekitar pukul 08.00 wita, berbeda dari biasanya.

Kali ini, para peminat minyak curah bukan hanya dari kalangan emak-emak di Pasangkayu.

Tapi diburu oleh pedagang dari berbagai daerah, seperti dari daerah Napu Sigi, Sulawesi Tengah dan dari Wajo Sulawesi Selatan.

Kondisi ini, memaksa terjadinya antrian di kalangan pedagang minyak curah agar bisa mendapatkan minyak untuk dijual kembali dari daerah asalnya.

Salah satu pedagang minyak curah asal Wajo Sulsel, Anto mengaku sudah dua hari berada di Pasangkayu untuk mendapatkan minyak curah tersebut.

Memburu minyak curah produksi asli dari PT Tanjung Sarana Lestari Pasangkayu, adalah jenis usaha baru yang digelutinya.

Anto, mengaku warga dari daerah asalnya Wajo Sulsel, masih sangat sulit mendapatkan minyak sehingga datang ke Pasangkayu.

“Di Wajo, minyak goreng masih langka, makanya kami ke Pasangkayu, karena informasinya minyak curah banyak di sini,” katanya.

Disampaikan membeli minyak curah di Pasangkayu, baru dua kali dilakukan dalam sebulan terakhir.

“Ini yang kedua kalinya saya dating beli disini,” jelasnya.

Untuk hari ini, Anto yang menggunakan mobil Pick Up hanya mendapat sekitar 8 ribu liter minyak dengan harga Rp 14 ribu per liternya.

“Hari ini saya dapat 8 ribu liter atau sekitar 100 jerigen,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bahar (42).

Dia mengaku datang ke pasangkayu mencari minyak curah karena khawatir di daerahnya akan terjadi kelangkaan saat memasuki bulan suci Ramadan 1443 H tahun ini.

Disampaikan, mendapat minyak curah dengan harga Rp 14 ribu per liter, nantinya akan dijual lagi dengan harga sekitar Rp 20 ribu per liter saat tiba di kampung asalnya.

“Kami ini pedagang, hitung-hitung kami juga ingin untung sedikit. Mumpung di Pasangkayu, ada dijual dengan harga Rp 14 ribu per liter,” ucapnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved