Breaking News:

Kemenkumham Sulbar

Faisol Ali, Sudah 11 Kali Penyumpahan Jabatan, Sekarang Jabat Kanwil Kemenkumham Sulbar

"Target ini yang harus kita selesaikan, kemudian yang kedua pembangunan zona integritas PPI dan PPN," bebernya.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Kemenkumham Sulbar
Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Faisol Ali saat mengunjungi Rutan Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Faisol Ali saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Sulawesi Barat (Sulbar).

Sebelum ke Sulbar, Faisol Ali menjabat sebagai Kakanwil Kemenkumham di Yogyakarta.

Saat ini, Faisol Ali sudah hampir 11 tahun keliling daerah di Indonesia dengan jabatan Kakanwil Kemenkumham.

"Saya keliling dari Jawa Timur, Sulawesi Tengah, NTB, Sulawesi Utara, NTT, Bali, Jogja baru kesini," kata Faisol Ali saat ditemui di rumah jabatannya di Jl Ahmad Yani, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Sabtu (26/3/2022).

Faisol Ali mengawali karir di Kemenkumham sejak 30 tahun silam.

Baca juga: Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly Berikan Paspor untuk WNI Keturunan di Filipina

Baca juga: Cegah Pelanggaran KI, Kemenkumham Sulbar Pantau Toko dan Pusat Perbelanjaan di Mamuju

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Faisol Ali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Faisol Ali. (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Faisol Ali pun mengaku menemukan berbagai pelajaran berharga dalam hidup selama menjabat Kakanwil Kemenkumham di berbagai daerah.

Ia resmi bertugas di Sulawesi Barat sebagai Kakanwil Kemenkumham pada 8 Maret 2022 lalu.

Tentunya, berbagai program ingin dicapainya selama berada di Sulbar.

Minimal, kata Faisol Ali dalam target kinerja yang terdiri dari 39 target.

"Target ini yang harus kita selesaikan, kemudian yang kedua pembangunan zona integritas PPI dan PPN," bebernya.

Apalagi, tahun 2021 kemarin, semua didorong 100 persen masuk PPI lolos PPN nya yang gagal semua.

Target inilah yang ia dorong supaya sampai juga serapan anggaran akuntabel.

Termasuk, akan terus mensosialisasikan agar produk UMKM di Sulbar terdaftar semua dan memiliki hak cipta.

"Biaya pendaftaran merek tidak mahal dan prosesnya tidak lama. Minimal kalau ada produk unggulan disini seperti kopi, silahkan daftarkan saja dulu. Nanti kami akan kawal," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved