PPN Naik 11 Persen, Ketua Senat Fakultas Ekonomi Unsulbar: Akan Membebani Masyarakat

"Seperti pakaian yang awalnya dari kapas, itu ada PPN nya karena sudah memikiki nilai tambah," terang Wahyu Maulid Adha.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Suasana pelayanan di KPP Mamuju Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Karema, Mamuju, Jumat (11/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Pajak Penambahan Nilai (PPN) akan naik mulai 1 April 2022 menjadi 11 persen, sebelumnya berada diangka 10 persen.

Kenaikan PPN tersebut dinilai akan berdampak langsung kepada masyarakat umum.

Kenaikanya akan berdampak pada usaha rumah makan seperti restoran dan sejumlah komoditas yang dikenai PPN.

Akademisi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Wahyu Maulid Adha memberikan penjelasan terkait PPN tersebut.

Menurut ketua senat Fakultas Ekonomi Unsulbar itu, PPN ialah pajak yang melekat pada barang yang memiliki nilai tambah.

Baca juga: 30 Link Twibbon Ramadan 2022, Dapat Dibagikan di WhatsApp dan Instagram

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1443 H Jatuh Pada Sabtu 2 April 2022, Pemerintah?

Ia mencontohkan seperti buah Kakao, yang berubah menjadi Cokelat, otomatis memiliki nilai tambah dan dikenai PPN.

"Seperti pakaian yang awalnya dari kapas, itu ada PPN nya karena sudah memiliki nilai tambah," terang Wahyu Maulid Adha, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (24/3/2022).

"Juga beragam menu makanan di restoran yang dikenai tarif PPN," lanjutnya.

Sehingga ia menilai kenaikan PPN menjadi 11 persen akan berdampak langsung kepada masyarakat.

"Tentunya akan berdampak pada masyarakat luas, bahkan akan kena ke petani Kakao," terang dosen prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unsulbar itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved