Warga Tawalian Mamasa Curhat, Anaknya Ditelantarkan Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Warga diketahui bernama Samuel itu, meluapkan kekesalannya terhadap sikap Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Rumah asal Kecamatan Tawalian, Samuel Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) yang curhat di media sosial 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Warga asal Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) curhat di media sosial.

Warga diketahui bernama Samuel itu, meluapkan kekesalannya terhadap sikap Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan.

Pasalnya, ia merasa anaknya ditelantarkan lantaran tidak ditangani dengan baik usai didiagnosa positif Covid-19.

Berikut isi curhatan Samuel, yang beredar di grup Whatsapp, pada Senin (21/3/2022).

"Apa Yang Salah??

Antara percaya dan tidak, covid-19 ada atau hanya sekedar dijadikan sebagai ladang cari uang.

8 Maret 2022 lalu, anak saya yang masih berusia 9 tahun dibawa ibunya (istri saya) berobat di Puskesmas Mamasa.

Sekitar pukul 12.00 ia diperiksa di Puskemas Mamasa. Hidungnya ditusuk menggunakan Q-tip hampir serupa cotton bud.

Katanya, alat itu digunakan mengambil sampel virus untuk mendeteksi apakah anak saya terinfeksi covid-19.

Dari hasil pemeriksaan, anak saya dinyatakan reaktif berdasarkan rapid antigen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved