Solar Langka

Truk Antre Solar di SPBU, Pertamina Sebut Distribusi Tidak Dikurangi Tapi Konsumsi Naik 

Antrean truk di SPBU terjadi hampir di semua kabupaten di Sulbar demi mendapatkan solar.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Suasana antrean mobil truck di SPBU Simbuang Mamuju, Sulbar, Senin (21/3/2022) kemarin malam 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) beberapa hari terakhir dipenuhi antrean mobil truk.

Antrean mobil truk tersebut untuk memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

SPBU di wilayah Kabupaten Polman, Majene dan Mamuju juga demikiaan adanya.

Terdapat puluhan antrean mobil truk hingga ke tepi jalan untuk memperoleh BBM jenis solar.

Kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir di bulan Maret 2022.

Senior Supervisor, Communication, dan Relation Pertamina Region Sulawesi, Taufik Kurniawan, menanggapi hal tersebut.

Ia menjelaskan terjadinya antrean, bukan karena kelangkaan solar, melainkan aturan pemberlakuan pembatasan mayarakat (PPKM) yang semakin di longgarkan.

"Bertambahnya mobilitas masyarakat dari daerah ke daerah menjadikan permintaan akan solar terus meingkat," terang Taufik Kurniawan saat dihubungi melalui telepon, Selasa (22/3/2022).

Dia menjelaskan saat ini, aktifitas masyarakat sudah kembali normal, secara volume telah terjadi kenaikan komsumsi yang cukup drastis dibanding pada masa PPKM.

"Sehingga terdapat antrean di SPBU di daerah-daerah yang geliat ekonominya kembali pulih," sebutnya.

Stok premium yang disalurkan Pertamina ke SPBU di Sulbar sesuai yang disepakati Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).

Setiap tahunya stok penyaluran di atur oleh ESDM bersam PT Pertamina.

Namun ia tak membeberkan data stok penyaluran premium untuk SPBU di wilayah Sulbar.

"Untuk data kuota yang berwenang itu ESDM, kami tidak berwenang membeberkan hal itu," lanjutnya.

Diketahui penyaluran Premium di SPBU wilayah Sulbar datang dari dua penjuru.

Pertama dari kota Parepare Sulawesi Selatan dan kota Palu Sulawesi Tengah.

"Penyaluranya pun tidak pernah berkurang dari stok yang telah diatur, tapi peningkatan konsumsi yang meningkat," tutupnya.

Taufik Kurniawan mengharapkan perlunya pengawasan yang ketat oleh pihak pemerintah daerah terkait penyuran solar bersubsidi agar tepat sasaran.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved