Minyak Goreng Langka

Mendag Cabut HET Minyak Goreng Kemasan, Tak Lagi Rp14 Ribu per Liter, Harga Berpotensi Makin Liar?

Pencabutan HET ini terjadi seiring terjadinya kelangkaan komoditas pangan tersebut di lapangan.

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Masdin
Minyak goreng kemasan yang dijual Salmia di Pasar Sentral Majene, Selasa (8/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah mencabut peraturan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng per hari ini, Rabu (16/3/2022).

"Iya dicabut HET (hari ini). Jadi harga minyak goreng kemasan dibebaskan, tetapi untuk (minyak) curah dibatasi Rp 14 ribu per liter," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan saat dihubungi, Rabu (16/3/2022).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru untuk minyak goreng mulai 1 Februari 2022.

HET minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Pencabutan HET ini terjadi seiring terjadinya kelangkaan komoditas pangan tersebut di lapangan.

Oke Nurwan mengaku, saat ini pihaknya tengah memproses Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terbaru soal HET minyak goreng, dan telah dilakukan sosialisasi ke pasar-pasar.

"Silahkan untuk minyak goreng kemasan lepas dengan harga keekonomian," tambah Oke.

Menurutnya, alasan dicabutnya HET minyak goreng karena saat ini terjadi kelangkaan di berbagai daerah dan harganya banyak tidak sesuai yang ditetapkan.

Namun, Oke menyakini harga minyak goreng kemasan ke depan akan turun sesuai keekonomiannya, tidak seperti saat ini di kisaran Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved