Semburan Lumpur Mateng

Semburan Lumpur di Dusun Benteng Mamuju Tengah Diduga Fenomena Mud Volcano, Apa itu?

Dijelaskan Jan, mud volcano adalah gejala menyemburnya lumpur menyerupai gunung berapi, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan kegunungapian.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Ilham Mulyawan
Tangkapan Layar
Semburan Lumpur di Dusun Benteng, Sabtu (5/3/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Terjadi semburan lumpur di Dusun benteng, Ddsa TObadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah pada Sabtu (5/3/2022).

Semburan lumpur ini terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, ketika sejumlah warga melakukan pengeboran sumur.

Berdasarkan keterangan diterima via pesan Whatsapp.

Baca juga: BREAKING NEWS Semburan Lumpur Setinggi 1 Meter Muncul di Dusun Benteng Mamuju Tengah

Kronologi semburan lumpur ini terjadi ketika dua orang warga bernama Ramang dan Uttang, hendak melakukan pengeboran sumur di belakang rumah.

Setelah selesai melakukan pengeboran, tiba-tiba muncul semburan lumpur setinggi kurang lebih 1 meter, dengan kedalaman kurang lebih 15 meter dan lebar kurang lebih 1 setengah meter.

dari informasi diperoleh, fenomena yang terjadi ini biasa disebut dengan Gunung Api Lumpur atau Mud Volcano.

Apa itu Mud volcano?

Mud Volcano merupakan bentuk lahan yang diciptakan oleh letusan lumpur, air dan gas.

Peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan mengatakan, fenomena Mud Volcano terjadi, apabila suatu daerah secara geologi, mengalami suatu proses alam yang disebut fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcanoes).

Dijelaskan Jan, mud volcano adalah gejala menyemburnya lumpur menyerupai gunung berapi, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan kegunungapian.

"Bila berlangsung terus, materi lumpur akan menumpuk dan membentuk lingkaran seperti gunung berapi," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Mud volcano disebut tidak seperti gunung berapi, karena tidak menghasilkan lava dan selalu didorong oleh magmatik aktivitas.

Adapun, lumpur yang keluar dari semburan mud volcano itu sebagian besar terbentuk sebagai air panas yang telah dipanaskan jauh di bawah permukaan bumi, yang kemudian bercampur dengan endapan mineral di bawah tanah, sehingga menciptakan eksudat lumpur-lumpur.

Mud volcano dapat terjadi di dekat daerah-daerah yang mengandung minyak dan gas bumi.

Bahan yang keluar paling sering adalah lumpur dari padatan halus yang tersuspensi dalam air, yang memungkinkan terkandung campuran garam, asam dan berbagai hidrokarbon.

Suhu lumpur mud volcano ini dapat berkisar dari 100 derajat celcius atau 212 fahreinhet, hingga terkadang 2 derajat celcius atau 36 derajat fahreinhet, sehingga beberapa mud volcano masih bisa digunakan sebagai mandi lumpur. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved