Harga Elpiji

Harga Elpiji NonSubsidi Naik Rp 15.500 Per Kilogram, Imbas Konflik Rusia-Ukraina?

Harga Elpiji non subsidi naik menjadi Rp 15.500 per kilogram. Imbas dari konflik Rusia-Ukraina.

Kamaruddin/Tribun-Sulbar.com
Pangkalan LPG di Jl Pemuda, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (28/2/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji non subsidi mulai Minggu (27/2/2022).

Harga gas elpiji 5,5 kilogram dan 12 kilogram mengalami kenaikan dipatok pada kisaran Rp 15.500 per kilogram.

Irto Ginting, Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) menjelaskan penyesuaian dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.

Pihak PT Pertamina masih memantau perkembangan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

"Kita masih monitor dampak dari perang Rusia-Ukraina terhadap CPA," kata Irto Ginting, dikutip tim Tribun-Sulbar.com dari Kompas.com.

Tabung gas elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg di PT Kalsum Gas yang berada di Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Simboro, Senin (28/2/2022).
Tabung gas elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg di PT Kalsum Gas yang berada di Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Simboro, Senin (28/2/2022). (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

Baca juga: Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Mamuju: 12 Kg Jadi Rp 208 Ribu & 5,5 Kg Jadi Rp 102 Ribu

Baca juga: Pemilik Pangkalan LPG di Polman Belum Tahu Ada Kenaikan Harga untuk LPG Non-Subsidi

Sebelum konflik Rusia-Ukraina memanas sejatinya harga Contract Price Aramco (CPA) sudah tinggi.

Dan saat ini, harga CPA tercatat mencapai 775 metrik per metrik ton.

"Harga CPA memang masih tinggi di 775. Naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021," jelasnya.

Kenaikan harga elpiji di beberapa tempat untuk gas elpiji 5,5 kilogram ataupun 12 kilogram berbeda-beda.

Berikut ini adalah kenaikan harga elpiji di masing-masing daerah di tingkat agen yaitu harga LPG nonsubsidi di rumah tangga Jakarta harga mencapai Rp 88.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kilogram dan Rp 187.000 untuk tabung Bright Gas 12 kilogram/elpiji 12 kg

Harga tersebut juga berlaku di wilayah Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah, meliputi Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Cianjur, Garut, Indramayu, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Boyolali, Cilacap, Demak, Kudus, Pemalang, Semarang, Solo, dan Tegal.

Harga serupa juga berlaku di wilayah Bantul dan Sleman DIY Yogyakarta. Begitu pun di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat meliputi Banyuwangi, Gresik, Kediri, Malang, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, dan Lombok.

Sedangkan untuk wilayah di Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah harga Elpiji nonsubsidi mencapai Rp 94.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kilogram dan Rp 197.000 untuk tabung Bright Gas 12 kilogram/Elpiji 12 kg.

Untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah harganya mencapai Rp 91.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kilogram dan Rp 189.000 untuk tabung Bright Gas 12 kilogram/Elpiji 12 kg.

Adapun di wilayah Kalimantan Utara, harga Bright Gas 5,5 kilogram menjadi Rp 104.000 dan harga Bright Gas 12 kilogram/elpiji 12 kg Rp 223.000.

Sementara itu, di wilayah Maluku, harganya mencapai Rp 114.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kilogram dan Rp 243.000 untuk tabung Bright Gas 12 kilogram/Elpiji 12 kg.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved