RSUD Polewali Gelar Workshop Penanganan Wasir dengan Metode PILA atau Tanpa Operasi
Workshop mendapat antusias dengan diikuti oleh puluhan dokter ahli beda di Sulawesi Barat dan sejumlah dokter dari wilayah Sulawesi Selatan.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/RSUD-Polewali-Mandar-workshop-penanganan-wasir.jpg)
TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Wasir (Hemorrhoid) merupakan suatu masalah kesehatan yang umum dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.
Namun kebanyakan orang mengabaikannya karena takut dengan prosedur operasi konvensional yang harus dihadapi.
Melihat fenomena tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menggelar workshop Penanganan Hemoroid dengan Metode Paran Injection Ligation for Ambeien (PILA).
Kegiatan yang berlangsung di lantai dua ruangan BDRS, Rabu (16/2/2022), menghadiri pemateri Direktur RSUD Waliyo dr. Paran Bagionoto Sp.B, FinanCS. FICS,
Workshop mendapat antusias dengan diikuti oleh puluhan dokter ahli beda di Sulawesi Barat dan sejumlah dokter dari wilayah Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (Polman) Polman dr. Anita mengatakan workshop ini digelar sebagai bentuk pengembangan ilmu dan kompetensi bagi rekan rekan dokter.
Sehingga ke depan pemberian pelayanan kepada pasien khususnya penanganan Wasir bisa lebih baik lagi.
"Dengan adanya Workshop ini mengupdate ilmu dari teman sejawat dokter spesialis bedah. Karena sebagai salah satu misi rumah sakit dalam hal peningkatan kompetensi SDM dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang lebih baik, " ucapnya.
Pengembangan kompetensi dokter ini sangat penting, apalagi RSUD Polewali Mandar merupakan rumah sakit rujukan, sehingga harus mengembangkan pelayanan, utamanya pada penanganan Hemorrhoid.
Berdasarkan pengalaman dokter Anita selama ini banyak pasien
mengabaikannya karena takut dengan prosedur operasi yang harus dihadapi.
"Jadi diharapkan dengan penanganan Hemorrhoid dengan cara ini, apabila ada keluhan seperti disampaikan pemateri, mereka bisa lebih cepat datang, karena tidak lagi ketakutan dengan kondisi operasi, " paparnnya.
dr. Paran Bagionoto menyampaikan penanganan wasir atau ambeien tidak selamanya harus ditangani lewat operasi.
"Ini yang saya ingin mengedukasi masyarakat dan rekan rekan sejawat saya. Bahwa kalau di luar sana Amerika dan Eropa itu tergantung derajatnya. Ada yang memang operasi tapi lebih banyak yang persentasenya yang tidak operasi, " paparnya.
Ia mencontokan wasir dalam ada empat derajat.
Derajat satu, tidak keluar benjolan saat BAP hanya berdarah saja.
Derajat dua, BAP keluar benjolan dan bisa masuk sendiri.
Derajat tiga kalau BAP keluar benjolan dan harus dimasukan.
Derajat empat, benjolan sudah diluar dan tidak bisa dimasukan.
"Itu derajat satu dua dan tiga tidak perlu dioperasi. Cuma kalau di Indonesia karena tidak ada pedoman penanganan wasir yang bisa dianut,
maka setiap pasien maupun berapa derajatnya, kalau datang kedokter diminta operasi. Itulah yang membuat masyarakat mengobati dengan caranya sendiri. Sehingga tidak bisa sembuh, " ucapnya.
Oleh karena itu, dr. Paran Bagionoto ingin menberikan edukasi metode Pila bahwa tidak semua wasir harus dioperasi. (san)