90 Peserta Hadiri Seminar Beasiswa Fulbright oleh Pusat Bahasa IPI Gowa dan AMINEF

Beasiswa Fulbright adalah sebuah program beasiswa untuk internasional untuk para sarjana, pendidik, mahasiswa pasca sarjana dan profesional.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Sesi Sharing Beasiswa Fulbright oleh Pusat Bahasa IPI Gowa dan AMINEF, Kamis (10/2/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Melanjutkan studi keluar negeri menjadi hal yang diidamkan oleh para pelajar di Indonesia.

Mendapatkan gelar dan pengalaman hidup di luar negeri adalah hal yang luar biasa namun harus ditempuh dengan biaya yang tidak sedikit tentunya.

Oleh sebab itu, banyak beasiswa yang memberikan fasilitas kepada pelajar untuk menggapai mimpinya, salah satunya adalah beasiswa Fulbright.

Beasiswa Fulbright adalah sebuah program beasiswa untuk internasional untuk para sarjana, pendidik, mahasiswa pasca sarjana dan profesional, didirikan oleh Senator Amerika Serikat J. William Fulbright pada tahun 1946.

Beasiswa ini dibuka tiap tahunnya untuk semau bidang studi kecuali Kedokteran, kedokteran gigi, Psikologi klinik, dan keperawatan tanpa ada batas usia.

Baca juga: Bentar Lagi Buka! Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar Tunggu Izin Operasional

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Target 85 % Tanah di Indonesia Bersertipikat Sepanjang 2022

Sesi Sharing Beasiswa Fulbright oleh Pusat Bahasa IPI Gowa dan AMINEF, Kamis (10/2/2022).
Sesi Sharing Beasiswa Fulbright oleh Pusat Bahasa IPI Gowa dan AMINEF, Kamis (10/2/2022). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Terhitung lebih dari 3.000 warga Indonesia yang pernah menerima beasiswa Fulbright dari Amerika Serikat, di antaranya adalah KH. Agus Salim, Azyumardi Azra, KH Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Din Syamsyuddin, dan Ahmad Fuadi.

Bekerja sama denga AMINEF dan Fulbright, Pusat Bahasa Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa, mengadakan seminar online berjudul “How to Apply Fulbright Master’s and Doctoral Degree” pada Kamis 10 Februari 2022 melalui aplikasi zoom meeting.

Seminar ini menghadirkan Miftahul Mardiyah perwakilan AMINEF sebagai Lembaga yang membawahi beasiswa dan kerja sama anatara Indonesia dan Amerika Serikat.

Muhammad Ahkam Arifin dosen Institut Parahikma Indonesia yang juga merupakan grantee Fulbright Doctoral Program tahun 2022.

Kepala Pusat Bahasa IPI Gowa yang juga merupakan alumni Fulbright, Arifuddin Balla mengatakan, IPI akan rutin mengadakan kerja sama dengan AMINEF selaku pengelenggara beasiswa Fulbright, bukan hanya master dan doktor tetapi juga program lain seperti CCIP, FLTA dan UGRAD.

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 90 peserta dari berbagai kalangan dan daerah.

Para pemateri memberikan penjelasan terkait hal-hal apa saja yang harus disiapkan sebelum mendaftar beasiswa Fulbright seperti menyiapkan berkas yang disyaratkan, mengobservasi kampus tujuan, menyiapkan personal statement, hingga pada memilih supervisor. 

Institut parahikma Indonesia (IPI) Gowa, memang akrab dengan beasiswa Fulbright bahkan bisa disebut gudangnya para Fulbrighter.

Terdapat 7 orang Fulbrighter yang merupakan akademisi di Institut Parahikma Indonesia yaitu Prof Dr H Azhar Arsyad, MA (Rektor IPI), Prof Dr Muhammad Yaumi MHum (Warek I IPI), Nurwahidah Yusuf SPd MA TESOL (Warek II IPI), dan para dosen seperti Arifuddin Balla SPd MA, Abdi Rahmat Syam, SPd MA, Fatmawati Akhmad SPd MA, dan Muhammad Ahkam Arifin SPd MA.

Salah satu mahasiswa Institut Parahikma Indonesia, Andi Iqram Anas, juga merupakan mahasiswa program Studi Tadris Bahasa Inggris menjadi penerima beasiswa pertukaran pelajar dalam program UGRAD dan saat ini sendang menempuh Pendidikan di Otterbein University, Amerika Serikat.

Dengan seminar online ini, Institut Parahikma Indonesia mengharapkan tidak hanya para mahasiswa dan alumninya, tapi juga para warga Sulawesi agar dapat melanjutkan studi di luar negeri.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved