Sulbar Tertinggi Diare

Kemenkes RI Beberkan Penyebab Diare dan Cacingan di Sulbar Tertinggi se-Indonesia

"Ini semua bagaimana mengasuh anak yang benar dan baik. Begitupun daerah tersebut harus menjadi perhatian khusus," ujarnya.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI, Agus Triwinarto. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membeberkan penyebabnya terjadinya penyakit Diare dan Cacingan.

"Kedua penyakit balita ini paling tinggi di Sulbar, menyusul Nusa Tenggara Barat dan provinsi lainnya," kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI, Agus Triwinarto, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (10/2/2022).

Menurut Agus Triwinarto, kedua penyakit tersebut bisa terjadi akibat perilaku dan sanitasi di daerah tersebut.

Seperti lingkungan tercemar yang bisa lewat makanan, angin dan yang lainnya.

Baca juga: Sulbar Tertinggi Proporsi Balita Kena Diare dan Cacingan, Apa itu Penyakit Cacingan? Simak

Baca juga: Peserta BPJS Bisa Ambil Online Nomor Antrean Berobat di RSUD Mamuju & Klinik Hayyat

Data Kemenkes RI soal hasil survey data balita seluruh Indonesia.
Data Kemenkes RI soal hasil survey data balita seluruh Indonesia. (Kemenkes)

"Begitu juga perilaku kita yang salah misalnya, mau makan tidak pernah cuci tangan. Begitupun saat beraktivitas di luar rumah yang kadang kita lupa cuci tangan pakai sabun saat sudah beraktivitas," ungkap Agus.

Jika kedua penyakit ini tinggi maka di situ akan muncul angka stunting tinggi.

Sehingga, ini harus diantisipasi dengan peran semua pihak sama-sama memberikan andil.

"Sosialisasi perilaku dan sanitasi ini yang harus diperkuat, sehingga bisa mencegah penyakit Diare dan Cacingan. Karena keduanya akan pengarah le stunting tinggi," bebernya.

Masyarakat kadang memang tidak terlalu paham dan mengerti soal ini.

Makanya, perlunya aksi nyata semua pihak agar ini betul-betul memjadi perhatian khusus.

"Ini semua bagaimana mengasuh anak yang benar dan baik. Begitupun daerah tersebut harus menjadi perhatian khusus," ujarnya.

Adapun data suvey tahun 2021 balita berpenyakit Diare dan Cacingan diantaranya:

- Diare

1. Sulawesi Barat 17,5 persen

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved