Kemendag Janji Pasokan Minyak Goreng Lancar Seminggu ke Depan, Sampai ke Indonesia Timur

Pemerintah kembali mengumbar janji manisnya soal minyak goreng murah yang aman pasokannya hingga sepekan ke depan dan bakal sampai ke Timur Indonesia.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Minyak goreng di lapak Nurlina, pedagang di Pasar Baru Mamuju, Jl Abdul Syakur, Mamuju, Sabtu (22/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali berujar soal janji baru terkait dengan minyak goreng.

Kali ini, pemerintah berjanji pasokan minyak goreng bakal sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) akan lancar dalam seminggu ke depan.

Tak hanya itu, pemerintah juga menjanjikan jika distribusi Minyak Goreng Murah akan sampai ke wilayah Indonesia Timur.

Melalui Oke Nurwan, Dirjen Perdagangan Dalam negeri Kemendag menyebutkan, pihaknya akan melakukan kontrol ketat terkait suplai produksi minyak goreng sawit untuk dalam negeri sebelum diekspor oleh para produsen.

"Di ritel modern Rp 14.000 per liter jadi pada panic buying karena di pasar tradisional belum lengkap. Ini sifatnya sementara dan seminggu ke depan sudah lancar," ucap Oke Nurwan.

Salah satu lapak dagang di Pasar Baru Mamuju yang masih menjual minyak goreng, Selasa (1/2/2022). (Fahrun)
Salah satu lapak dagang di Pasar Baru Mamuju yang masih menjual minyak goreng, Selasa (1/2/2022). (Fahrun) (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

Baca juga: Minyak Goreng Kemasan Langka, Pedagang di Pasar Wonomulyo: Sulit Dapat Barangnya

Baca juga: Toko Ritel di Polman Dapat Peringatan Usai Ketahuan Tidak Pajang Minyak Goreng

Dirinya menyebutkan, saat ini ada 40 juta liter minyak sawit yang siap didisribusikan.

"Saya sudah mendapat laporan itu dan sudah dicek sampai ke wilayah timur. Jadi saya pastikan dalam seminggu ke depan pasokan sudah lancar," terangnya.

Pihak Kemendag juga memastikan apabila produksi crude palm oil (CPO) untuk kebutuhan minyak goreng dalam negeri tak akan bocor dan di jual ke luar negeri.

Pasalnya, sampai dengan saat ini, dari total 196 perusahaan eksportir hanya 14 perusahaan yang diterbitkan izin ekspornya.

Sebab, kebanyakan belum memenuhi pasokan dalam negeri sesuai dengan kebijakan domestic market obligation (DMO).

Oke juga menyampaikan jika pasokan minyak goreng hasil DMO bakal mulai mengisi pasar-pasar tradisional dalam kemasan curah seharga Rp 11.500 di tingkat konsumen.

Dirinya berharap, dengan lancarnya distribusi minyak goreng untuk pasar, tekanan akan permintaan terhadap tokok ritel modern bisa dikurangi.

Oke Nurwan menambahkan kapasitas maksimal penyimpanan minyak goreng di ritel modern sekitar 20-25 juta liter per bulan.

Jumlah tersebut masih terbilang kecil lantara total kebutuhan minyak goreng untuk masyarakat Indonesia mencapai 327 juta liter per bulan.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/2/2022) berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh Kemendag, gudang telah terisi sekitar 12 juta liter atau 50 persen dari kapasitas penyimpanan.

"Artinya di toko ritel saat ini sudah tersedia hanya saja mungkin masih dalam perjalanan. Di Jawa itu cepat, yang saya perhatikan itu di Timur," jelasnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved