Harga Cabai Naik

Cuaca Buruk, Harga Cabai Rawit di Polman Tembus Rp 50 Ribu Per kilogram

Berkurangnya hasil panen cabai akibat cuaca buruk berimbas pada sedikitnya pasokan barang yang diterima pedagang.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Cabai rawit milik pedagang Pasar Sentral Wonomulyo 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Harga cabai rawit atau cabai kecil di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat merangkak naik akibat cuaca buruk.

Bahkan harga cabai rawit saat ini di Pasar Sentral Wonomulyo sudah mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

"Kenaikan mulai sejak kemarin," kata seorang pedagang campuran, Asrianti ditemui di lapaknya, Rabu (9/2/2022).

Menurut Asrianti kenaikan harga cabai mencapai Rp 25 dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga disebabkan kurangnya pasokan cabai dari Sulawesi Selatan.

"Penyebabnya karena tidak ada pasokan dari sana (Sulsel). Makanya mahal karena barang diperoleh dari daerah sini, " tuturnya.

Senada disampaikan pedagang lain di Pasar Sentral Wonomulyo, Isa.

Dia mengaku kenaikan harga cabai rawit di pasaran karena faktor cuaca buruk.

Berkurangnya hasil panen cabai akibat cuaca buruk berimbas pada sedikitnya pasokan barang yang diterima pedagang.

Sudah hampir sepekan pedagang di Pasar Wonomulyo tidak mendapat pasokan cabai.

Berbeda dengan harga cabai besar.

Saat ini di Pasar Sentral Wonomulyo justru mengalami penurunan. (san)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved