Yayasan Syahid Al Hidayah

BREAKING NEWS: Jadi Tersangka, Pimpinan Yayasan Syahid Al Hidayah Diganti

"Kita langsung turun dan rapat bersama pengurus Yayasan. Atas kesepakatan bersama pimpinan Yayasan diganti dan dipimpin oleh Syamsuddin Giling,"

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Kakanwil Kemenag Sulbar, Muflih B Fattah saat ditemui di kantornya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (8/2/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Pimpinan Yayasan Syahid Al Hidayah, AR ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual kepada anak santrinya sebanyak sembilan orang.

Sehingga, Kementerian Agama Sulawesi Barat (Sulbar) langsung memgganti pimpinan Yayasan Syahid Al Hidaya melalui kesepakatan bersama pengurus Yayasan.

Adapun, pimpinan Yayasan Syahid Al Hidayah yang baru bernama Syamsuddin Giling.

Hal tersebut, disampaikan Kakanwil Kemenag Sulbar, Muflih B Fattah saat ditemui di kantornya, Selasa (8/2/2022).

"Kita langsung turun dan rapat bersama pengurus Yayasan. Atas kesepakatan bersama pimpinan Yayasan diganti dan dipimpin oleh Syamsuddin Giling," kata Muflih.

Baca juga: Aktivis Perempuan PMII Sebut Mamuju Zona Merah Kekerasn Seksual: RUU TPKS Harus Disahkan

Baca juga: HMI Konstruktif DKI Jakarta Minta Jokowi Tidak Asal Menunjuk Plt Gubernur Sulbar

Pimpinan baru Yayasan Syahid Al Hidayah akan segera dinotariskan.

Dia juga membeberkan bahwa pihaknya turun juga melakukan pendampingan kepada Yayasan.

"Terutama memberikan trauma heling kepada santri Yayasan Syahid Al Hidayah. Kita menyurut ke Dinas Perlindungan anak ikut serta mendampingi," ungkap Muflih.

Sementara itu, pihaknya berharap kepemimpinan baru Yayasan Syahid Al Hidayah bisa menetralisir kembali pondok Yayasan.

Dengan demikian, kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Semoga tidak terulang lagi yang sangat mencederai dunia pendidikan kita," ujarnya.

Selain itu, pelaku AR sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dilakukan disanksi sesuai hukum berlaku.

Apabila, surat ingkrah di pengadilan sudah ada.

"Kalau satu tahun ke atas hukumannya, kita lakukan pemecatan," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved