SDN Salunosu

Berlantai Tanah, Berdinding Papan: Tempat 43 Siswa di Mario Pulana Mamuju Tengah Belajar

Bangunan sekolah jarak jauh SDN Salunosu ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB).

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Hasrul Rusdi
Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com
Bangunan sekolah kelas jauh SDN Salunosu yang ada di Dusun Mario Pulana, Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo ,Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (3/2/2022) 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Melewati gunung dan jalan berlubang dengan jarak tempuh kiloan meter jadi hal biasa bagi mereka.

Mereka adalah anak usia sekolah di Dusun Mario Pulana, Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah yang ingin mengenyam pendidikan di sekolah jarak jauh SDN Salunosu.

Sekolah jarak jauh SDN Salunosu ini memiliki 43 siswa.

Bangunan sekolah jarak jauh SDN Salunosu ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB).

Dari pantauan Wartawan TribunSulbar.com, Kamis (3/2/2022). Bangunan sekolah yang mereka tempati jauh dari kata layak.

Baca juga: DPRD Sulbar Belum Ambil Sikap, Suraidah Suhardi: Secara Pribadi Saya Tidak Setuju

Rahyu Wahyuningrat, satu dari dua tenaga pendidik yang mengajar di kelas jauh SDN Salunosu di Dusun Mario Pulana, Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (3/2/2022).
Rahyu Wahyuningrat, satu dari dua tenaga pendidik yang mengajar di kelas jauh SDN Salunosu di Dusun Mario Pulana, Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (3/2/2022). (Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com)

Nampak bangunan sekolah berlantai tanah dan berdinding papan serta tak berpintu.

Tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu binatang liar masuk keruangan tersebut.

Selain itu fasilitas belajar mengajar di sekolah ini tidak sesuai standar.

Bangku dan kursi tidak mencukupi untuk ditempati 43 siswa belajar di sekolah tersebut.

Sehingga mereka terpaksa berbagi tempat duduk dengan yang lain.

Salah satu tenaga pendidik dari dua tenaga pendidik disekolah tersebut, Rahyu Wahyuningrat mengaku terpaksa membagi ruang kelas.

"Iya, satu RKB kita isi dua kelas, kelas 1 dan 2 satu ruangan, kelas 3 dan 4 satu ruangan dan kelas 5 dan 6 satu ruangan," ungkapnya kepada Tribun-Sulbar.com.

Ia berharap pemerhati pendidikan dapat memberikan bantuan penambahan RKB.

"Bangunan sekarang tidak muat dengan siswa yang ada," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved