SMKN 1 Rangas

Gedung Sekolah Masih Dikerja, Kepsek SMKN 1 Rangas Pastikan Proses Belajar Tidak Terganggu

"Berdasarkan koordinasi kami dengan pimpinan proyek, kami diizinkan melaksanakan proses pembelajaran," kata Mahmud.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
SMKN 1 Rangas Mamuju di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (28/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Rangas Mamuju, Mahmud pastikan pembangunan sekolah tidak mengganggu proses pembelajaran.

Hal tersebut, disampaikan saat ditemui di kantornya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (28/1/2022).

"Berdasarkan koordinasi kami dengan pimpinan proyek, kami diizinkan melaksanakan proses pembelajaran," kata Mahmud.

Ini juga terpaksa dilakukan karena tidak ada tempat alternatif pelaksanaan proses pembelajaran.

Baca juga: Baru Majene dan Mamuju Tengah yang Terapkan Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter di Sulbar

Baca juga: PGRI Minta Belajar Tatap Muka Dievaluasi, Menkes: Belum Ada Anak-Anak Dirawat di Rumah Sakit

Mengingat, proses pembelajaran harus dilaksanakan.

"Tapi pembelajaran dilakukan di luar gedung-gedung yang dikerjakan pekerja proyek," ungkap Mahmud.

Dia membeberkan ada 30 ruangan kelas disiapkan untuk pelaksanaan proses pembelajaran.

Proses pembelajaran diterapkan dengan sistem sif-sifan.

"Ada masuk pagi dan ada juga masuk siang. Jumlah siswa kita ada 1.028," ujarnya.

Sementara, siswa-siswi SMKN 1 Rangas Mamuju rata-rata sudah divaksin.

SMKN 1 Rangas Mamuju di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (28/1/2022).
SMKN 1 Rangas Mamuju di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (28/1/2022). (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

Saat ini, sudah berada di angka 70 persen siswa sudah divaksin.

"Sebagian belum karena ada penolakan dari orangtuanya. Jadi kita tidak bisa memaksa," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menggunakan ruang kelas SDN 1 Rangas sebagai tempat pembelajaran.

Hal itu, dilakukan agar proses pembelajaran kepada siswa-siswi tetap berjalan.

"Jadi 10 kelas masuk pagi dan 20 kelas masuk sore," tandasnya.

Diketahui, pembangunan SMKN 1 Rangas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 64 Miliar.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved