Penghapusan PTT

2.742 PTT Pemprov Terancam Nganggur, Sekprov: Bukan Hanya di Sulbar

Idris mengaku, sejak awal menjabat Sekprov sudah ada rancangan agar PTT yang masih muda dan layak akan diberikan pengetahuan tambahan.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Sekprov Sulbar Dr Muhammad Idris saat ditemui di ruangan kerjanya. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekretaris Provinsi (Sekprov), Muhammad Idris, menanggapi wacana penghapusan Pegawai Tidak Tetap (PTT) lingkup Pemprov Sulbar sebanyak 2.742 orang.

"Ini kebijakan pusat yang di undang-undang Aparat Sipil Negara (ASN) nomor 14 tahun 2014 bahwa tinggal dua jenis kepagawaian pusat maupun daerah yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," terang Idris saat ditemui di rumah jabatannya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Jumat (28/1/2022).

Di luar dari pada dua jenis pegawai pemerintah tersebut, lanjut Idris, tidak dikenal dan tidak dibenarkan lagi.

"Karena itu pemerintah pusat mengeluarkan instruksi tidak ada lagi PTT tahun 2023 dan akan diseleksi secara umum di PPPK," ujarnya.

Idris mengaku, sejak awal menjabat Sekprov sudah ada rancangan agar PTT yang masih muda dan layak akan diberikan pengetahuan tambahan.

Paling tidak bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja agar bisa menambah pendapatannya.

"Awalnya, PTT akan didik bahasa Jepang sampai pasih dan bisa dikirim ke negara Jepang untuk bekerja.

Tapi mereka enjoy di PTT dengan pendapatannya kecil dan waktu kerja sangat kecil. Jadi itu semua menjadi problem di kita," ungkap mantan Deputi Bidang Diklat Aparatur itu.

Baginya, kalau ini tidak diantisipasi PTT dalam tanda kutip akan menjadi tidak produktif.

Karena tidak memiliki basis mendapatan yang normal.

"Jadi bukan hanya di Sulbar, tapi seluruh wilayah Indonesia diterapkan. Bahkan Sulsel itu 400 ribu lebih, kalau kita hanya 2.742 orang. Jadi mau tidak mau kita harus mempersiapkan diri," ujarnya.

Adapun, solusi akan ditempuh Pemprov seperti membuat skema baru agar PTT bisa terakomodir di PPPK.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved