Breaking News:

Demo Majene

GIE Majene Tuntut Penetapan tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Majene 2020

Aksi GIE ini menuntut agar ditetapkannya tersangka kasus korupsi dana hibah Pilkada 2020 Kabupaten Majene.

Penulis: Masdin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Masdin
Gerakan Intelektual Egalitas (GIE) gelar aksi di bundaran pertokoan Jl Gatot Subroto, Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) Jumat (14/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Gerakan Intelektual Egalitas (GIE) gelar aksi di bundaran pertokoan Jl Gatot Subroto, Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (14/1/2022).

Aksi GIE ini menuntut agar ditetapkannya tersangka kasus korupsi dana hibah Pilkada 2020 Kabupaten Majene.

Ditemui di sela aksi, Koordinator lapangan Marco mengatakan dalam pengelolaan dana tersebut terdapat aliran dana yang tidak jelas.

"Pemerintah memberikan dana hibah itu Rp 22,5 milyar sedangkan jumlah pengeluaran Pilkada 7,150 milyar, jika dikurangi (total dana) maka sisanya 15,550 milyar," hitung Marco.

Namun dana yang sisanya Rp 15,550 milyar seiring dengan beberapa kali perubahan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) terus berkurang.

"Mereka laporakan sisanya itu Rp 3,8 milyar dan Rp 11,550 milyar tidak tahu digunakan untuk apa," bingungnya.

Kemudian terjadi perubahan RAB untuk kesekian kalinya.

"Ada perubahan RAB lagi sehingga sisa yang dikembalikan itu hanya Rp 1,7 milyar berarti ada pengurangan lagi Rp 2,1 milyar," lanjutnya.

Dari aksi mereka meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten untuk segera menetapkan siapa pelakunya.

"Ini yang ingin kami tanyakan kepada pemerintah dalam hal ini kejaksaan harus jelas siapa pelakunya, apakah oknum atau lembaga terkait (KPU)," ujarnya.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar Masdin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved