Breaking News:

SLB Fiktif

DPRD Sulbar Temukan 2 SLB Fiktif, Lapornya 85 Siswa Faktanya Tidak Cukup 10 Orang

Satu SLB fiktif ini berada di Kabupaten Mamasa dan satunya lagi di Kabupaten Pasangkayu.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Ketua Komisi IV DPRD Sulbar H Sudirman saat ditemui di kantornya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat (Sulbar) menemukan dua Sekolah Luar Biasa (SLB) fiktif di Sulbar.

Satu SLB fiktif berada di Kabupaten Mamasa dan satunya berada di Kabupaten Pasangkayu.

Hal tersebut, disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Sulbar H Sudirman saat ditemui di kantornya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Kamis (13/1/2022).

"Temuan ini didapatkan saat kita kunjungan langsung. Artinya apa yang mereka lakukan ini tidak sesuai fakta di lapangan," kata Sudirman.

Seperti, warga belajar ada dilaporkan ke dapodik itu ada 85 orang dan ada juga 35 orang.

Sementara, faktanya di lapangan tidak sampai 10 orang.

"Kita juga bertanya sama orang tua pelajar terkait proses belajarnya. Katanya pernah datang gurunya cuman hanya sebatas silaturrahmi saja," ungkap Sudirman.

Sehingga, ini sangat bahaya karena saat proses belajar pasti mengeluarkan dana.

Makanya, pihaknya mendorong persoalan ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar untuk turun memperbaiki datanya.

"Kejadiannya ini sudah berjalan satu tahun. Sehingga ini perlu dievaluasi kembali," ujarnya.

Sedangkan, upaya konfirmasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus dilakukan terkait dua SLB tersebut dianggap fiktir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prfo Gufran Darma Dirawan sedang tidak berada di kantornya.

Begitupun, nomor telponnya tidak aktif saat dihubungi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved