Breaking News:

Korupsi Dana Replanting

VIDIO : Kejati Sulbar Sita Uang Rp 1,4 Miliar Kasus Korupsi Replanting Mamuju Tengah

Penyitaan uang dilakukan di Bank Negara Indonesia (BNI) Mamuju, Jl Urip Sumaharjo, Mamuju, Sulbar, Selasa (11/1/2022).

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat sita uang senilai Rp 1,428.953,767 korupsi Replanting Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2019.

Penyitaan uang dilakukan di Bank Negara Indonesia (BNI) Mamuju, Jl Urip Sumaharjo, Mamuju, Sulbar, Selasa (11/1/2022).

Pantuan Tribun-Sulbar.com ada tiga orang Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Sulbar melakukan penyitaan uang tersebut.

Kepala Seksi Penarangan Hukum Kejati Sulbar, Amiruddin mengatakan, barang bukti berupa uang itu disita di Bank BNI Mamuju.

Kemudian, uang tersebut dititipkan di Bank Mandiri Cabang Mamuju.

"Uang dititipkan ini dengan sistem tidak ada bunga dan tidak ada pajak," ungkap Amir kepada awak media, Selasa (11/1/2022).

Disebutkan, uang tersebut disita melalui rekening tersangka Kelompok Tani Makassar Bahagia senilai Rp 1,4 Miliar.

"Barang bukti ini satu kesatuan dari tiga tersangka yang disimpan di rekening Kelompok Tani Bahagia Makassar," terangnya.

Amir menyebutkan, uang yang disita bagian dari rangkaian penahanan dari ketiga tersangka kasus korupsi.

"Uang disita sesuai dengan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP), yang merugikan negara," ujarnya.

Ia menambahkan, uang tersebut akan dikembalikan ke Negara.

Diketahui, ketiga tersangka tersebut diantaranya Mantan Kepala Dinas Perkebunan Mamuju Tengah, Muh Anwar.

Kemudian, Tim Verifikasi Mamuju Tengah Basir, dan Ketua Kelompok Tani Makassar Bahagia Syharuddin.

Dengan modus terkait penetapan CP/PL terhadap salah satu kelompol tani penerima dana PSR yakni KT Makassar Bahagia dengan luas 326.2759 Ha sebesar Rp 8.150.000.000 dengan cara memanipulasi data anggota kepompok tani termasuk memanipulasi titik koordinat seolah-olah lokasi lagan berada di luar kawasan agar dapat memenuhi syarat formal pengajuan CPCL.

tiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP) yang menemukan kerugian negara atas kasus tersebut senilai Rp 7.958,375.000 (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

 
 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved