Breaking News:

Predator Anak di Pesantren Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Jaksa: Kejahatannya Sistematis

Herry Wirawan terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati dituntut hukuman mati dan kebiri kimia. Diharapkan beri efek jera.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Nurhadi Hasbi
kompas.com
Herry Wirawan Pemerkosa 13 santriwati di tuntut hukuman mati, kebiri dan identitasnya disebarkan. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Herry Wirawan, terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati, diharapkan mampu memberikan efek jera.

Pihak JPU melihat jika tindak kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa secara terus menerus dan sistematik.

"Kekerasan seksual oleh terdakwa terus menerus dan sistematik. Bagaimana mulai merencanakan mempengaruhi anak-anak mengikuti nafsu seks dan mengikuti dan tidak mengenal waktu pagi, siang, sore, bahkan malam," ucap Asep N Mulyana, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati), Jawa Barat, dikutip dari Tribunnews.com.

Tuntutan hukuman dan kebiri kimia tersebut menjadi bukti ketegasan penegak hukum dan diharapkan bisa menekan angka kekerasan seksual pada anak.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman mati, sebagai bukti komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku atau pihak lain yang akan melakukan kejahatannya," ungkapnya.

Herry Wirawan yang mengenakan kopiah hitam dan rompi merah hendak mengikuti sidang.
Herry Wirawan yang mengenakan kopiah hitam dan rompi merah hendak mengikuti sidang.

Baca juga: Menag Siapkan Tiga Langkah Strategis Atasi Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Agama

Baca juga: Tingginya Angka Kekerasan Seksual Pada Perempuan, Komisi X DPR RI Dukung Permendikbudristek 30/2021

Hal yang sama juga disampaikan oleh Diah Kurniasari Gunawan, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A).

Diah Kurniasari Gunawan menilai hukuman berat memang harus diberikan kepada para pelaku kekerasan seksual pada anak, termasuk hukuman mati.

Pasalnya, pelaku telah merusak masa depan sang anak yang menjadi korban.

Dirinya menuturkan perlu upaya yang besar untuk merehabilitasi anak-anak korban kekerasan seksual.

Mengingat, anak-anak adalah generasi penerus bangsa.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved