Breaking News:

Borok Garuda Kian Terlihat, Erick Thohir: Suka Beli Pesawat Hingga Dugaan Korupsi di Internal Garuda

Menteri BUMN Erick Thohir ungkap Garuda Indonesia lebih suka membeli pesawat ketimbang harus menentukan rute penerbangan. Dan adanya dugaan korupsi.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Nurhadi Hasbi
kompas.com
Penerbangan kargo di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, resmi beroperasi setelah Pemprov Jabar resmi meneken naskah kerja sama dengan PT Garuda Indonesia. Prosesi itu ditandai penerbangan kargo dengan pesawat Garuda Indonesia menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkap kebiasaan salah PT Garuda Indonesia Tbk saat melakukan pembelian pesawat.

Sehingga kebiasaan salah tersebut berdampak pada krisis keuangan yang dihadapi oleh perusahaan.

Erick Thohir selaku Menteri BUMN menyampaikan jika Garuda Indonesia lebih suka membeli pesawat terlebih dahulu, ketimbang harus menentukan rute penerbangan.

Seharusnya maskapai pelat merah tersebut memetakan terlebih dahulu rute penerbangan, kemudian baru membeli pesawat yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi rute.

"Setelah kami dalami, banyak pembelian ini, hanya beli pesawat, bukan justru rutenya yang dipetakan lalu pesawatnya apa. Jadi ini malah pesawatnya dulu, baru rutenya," ucap Erick Thohir.

wawancara khusus tribunnews dengan erick thohir
wawancara khusus tribunnews dengan erick thohir (Tribunnews)

Baca juga: Imendagri 62/2021: ASN, TNI-Polri, Kayawan BUMN & Swasta Dilarang Cuti, Sekolah Dilarang Libur

Baca juga: ASN, Polri, TNI hingga Karyawan BUMN dan Swasta Dilarang Cuti Selama Natal & Tahun Baru 2022

Menteri BUMN Erick Thohir menilai kebiasaan salah dalam pembelian pesawat yang dilakukan oleh manajemen maskapai pelat merah itu yang mengindikasikan adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh manajemen lama Garuda Indonesia.

Terkini, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan adanya dugaan korupsi pengadaan pesawat jenis ATR 72-600 tahun 2013 ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dugaan korupsi tersebut dilakukan ketika era Direktur Utama Garuda Indonesia yang berinisial ES.

Erick Thohir melaporkan dugaan korupsi tersebut berdasarkan hasil audit investigasi yang telah dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Kemarin kami sudah koordinasikan dengan Kejaksaan, nah hari ini kami resmi memberikan laporan secara audit investigasi," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved