Breaking News:

Sejarah Sulsel dan Sulbar

SEJARAH Tope-Djawa dan Samboeng Djawa di Sulsel, Berawal Kedatangan 2 Bersaudara Melayu Minangkabau

Penamaannya terkait dengan kedatangan dua orang Melayu Minangkabau yaitu Tope-Djawa yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Takalar.

Editor: Ilham Mulyawan
Grup Facebook Pecinta Sejarah Sulawesi Selatan dan Barat
Wilayah Tope-Djawa yang diabadikan sekitar tahun 1933 

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Bagi Anda pecinta traveling, terutama di Sulawesi Selatan mungkin pernah mendengar nama Pantai Topejawa yang letaknya berada di Kabupaten takalar.

Daerah Topejawa tidak jauh dari dari kota Makassar, ibukota provinsi Sulawesi Selatan karena dapat ditempuh hanya dalam waktu satu setengah jam saja menggunakan mobil atau motor.

Namun tahukah Anda awal mula nama Topejawa, yang sebenarnya ditulis dengan ejaan Tope-Djawa?

Disadur dari postingan Abbas Daming di Grup Facebook 'Pecinta Sejarah Sulawesi Selatan dan Barat', awal mula nama Tope-Djawa berawal dari sebuah tempat di Distrik Selatan Sulawesi Selatan.

Penamaannya terkait dengan kedatangan dua orang Melayu Minangkabau yaitu Tope-Djawa yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Takalar.

Dahulu ada dua bersaudara di tanah Melayu Manangkabau, bernama Dató Anakoda Bonang dan Dató Padoeka-Radja, yang tidak senang di negeri mereka sendiri, dan menghabiskan kekayaan mereka di tempat lain.

Setelah lama terombang-ambing di laut, mereka akhirnya mendarat, disusul oleh badai besar, dengan armada mereka masih terpelihara di sekitar Kadjang dan Bölong, di Pantai Barat Sulawesi Selatan.

Di sini mereka mendirikan tenda mereka, dan menggantung semua pakaian mereka yang berharga sampai kering ke salah satu pakaian itu, yang dalam bahasa Makassar disebut tope, tempat itu sampai sekarang disebut Tope-Djawa pada hari ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved