Breaking News:

TPA Balanipa

Pemkab Polman Akui TPA Balanipa Belum Melalui Proses Kajian Dampak Lingkungan

Namun karena TPA sebelumnya di Desa Paku, Kecamatan Binuang ditutup, terpaksa sampah diangkut ke kampung itu.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Sampah di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat mulai menumpuk dan dibakar warga menyusul penutupan tempat pembuangan akhir (TPA). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Warga Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menolak pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di daerahnya.

Penolakan terjadi akibat lokasinya dianggap tidak layak dan berdekatan dengan pemukiman penduduk.

Kepala Bidang Kebersihan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Nursam mengakui TPA Balanipa belum melalui proses kajian dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.

Namun karena TPA sebelumnya di Desa Paku, Kecamatan Binuang ditutup, terpaksa sampah diangkut ke kampung itu.

Baca juga: Setelah Aksi Damai Dilakukan Warga Balanipa, Operasi Pengangkutan Sampah Dihentikan

Baca juga: Warga Balanipa: Kita Kaget Kenapa Sampah Dibawa ke Sini?

Sampah di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat mulai menumpuk menyusul penutupan tempat pembuangan akhir (TPA).
Sampah di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat mulai menumpuk menyusul penutupan tempat pembuangan akhir (TPA). (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

"Belum ada kajian, karena lahannya sendiri masih dalam tahap proses pembebasan. Kita belum bisa melakukan kajian, tanpa selesai pembebasan lahan," ujar Nursam kepada tribun, melalui telepon selulernya, Senin (10/1/2022).

Nursam mengatakan luas lahan sementara untuk pembangunan TPA di Balanipa yang dua hektare.

Sehari sebelumnya warga Balanipa berunjuk rasa dan memblokade akses masuk TPA.

Warga juga menghadang armada pengangkut sampah yang nekat masuk membongkar muatannya.

Alasan warga menolak karena lokasi dekat dengan pemukiman penduduk sekitar 600 meter.

Tidak hanya dekat dengan pemukiman, lokasinya juga berada di kawasan lahan produktif.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved