Breaking News:

Nelayan Tamo Majene Tetap Melaut Meski Gelombang Tinggi: Cuman Ini Sumber Mata Pencaharian

"Tidak berani jauh paling 5 hingga 4 mil selebihnya tidak berani mi lagi," ujar Ahmad saat ditemui Tribun-Sulbar.com, Senin (10/1/2022).

Penulis: Masdin | Editor: Hasrul Rusdi
Masdin/Tribun-Sulbar.com
Ahmad (baju hitam) tengah bersantai dengan nelayan lain di Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Senin (10/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Gelombang tinggi di perairan Sulawesi Barat (Sulbar) berdampak pada hasil tangkapan nelayan.

Seperti nelayan di Tamo Timur, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, tidak berani melaut terlalu jauh karena gelombang tinggi.

"Tidak berani jauh paling 5 hingga 4 mil selebihnya tidak berani mi lagi," ujar Ahmad saat ditemui Tribun-Sulbar.com, Senin (10/1/2022).

Karena tidak berani melaut terlalu jauh, berdampak pada hasil tangkapan yang berkurang.

Baca juga: Arus Lalu Lintas di Jalan Trans Sulawesi Desa Takandeang Kabupaten Mamuju Kembali Lancar

"Musim begini kurang penghasilan," lanjut pria 70 tahun tersebut.

Lebih rinci Ahmad mengatakan saat kondisi normal bisa sampai 10 kilogram cumi-cumi dan 5 kilogram ikan untuk satu perahu. Kini kurang dari itu.

Nelayan lain, Ba'du Ati (40) mengatakan gelombang tinggi sudah terjadi sekitar satu bulan.

"Mau satu bulan dari bulan 12 sampai sekarang," tuturnya.

Meski begitu menurut Ba'du ia tetap melaut karena menjadi sumber penghasilan utama meski tetap di jarak aman.

"Cuman melaut jadi sumber mata pencaharian, jadi tetap melaut setiap hari karena rejeki tidak ada yang tau," ujarnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved