Breaking News:

Harga Telur Naik

Mentan Syahrul Yasin Limpo Anggap Kenaikan Harga Telur Masih Wajar, Jamin Stok Aman

Mentan Syahrul Yasin Limpo sebut kenaikan harga telur masih dalam titik batas wajar dan stok aman.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
kompas.com
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan jika ketersediaan telur ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan dipastikan aman dan cukup.

Menyoal melonjaknya harga harga telur, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan, naiknya harga telur tersebut pada beberapa waktu yang lalu disebabkan karena adanya momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022.

Ia menyebut kenaikan harga telur masih dalam kendali pemerintah.

Dirinya mengklaim harga tersebut masih dalam titik batas wajar.

"Sepanjang kenaikan itu dalam batas-batas kendali, pemerintah tentu kita tidak akan mengintervensi."

Darliana (29) salah satu pedagang telur di Pasar Sentral Majene, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar, Sabtu (1/1/2022).
Darliana (29) salah satu pedagang telur di Pasar Sentral Majene, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar, Sabtu (1/1/2022). (Masdin/Tribun-Sulbar.com)

Baca juga: Telur dan Minyak Goreng Mahal, Penjual Martabak di Majene Berencana Naikan Harga Jualan

Baca juga: Konsumen Pasar Lama Mamuju Keluhkan Telur dan Minyak Goreng Masih Mahal

"Intervensi baru dilakukan apabila kenaikannya melampaui batas tertentu. Barulah kita lakukan operasi pasar dan pendekatan-pendekatan lain," kata Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, semua kebutuhan bahan pokok, baik beras, minyak goreng, daging dan telur ayam harus terpenuhi setiap hari.

Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua pihak yang terlibat di sektor pertanian mampu menjaga momentum ini secara baik.

"Perhatian serius kita sesuai perintah Bapak Presiden adalah ketersediaan pangan kita menghadapi kondisi dan cuaca ekstrem yang ada dan tidak saja padi, jagung dan lain-lain, tetapi termasuk daging, ayam dan petelur yang ada harus dalam kondisi cukup. Tidak boleh kurang," terangnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved