Breaking News:

Virus Omicron

KASUS Omicron bertambah, Kebanyakan Telah Jalani Dosis Lengkap dan Tidak Bergejala

Kemenkes klaim pasien yang terpapar Covid 19 varian Omicron adalah orang yang telah menerima vaksinasi dosis lengkap.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
kompas.com
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 Moderna. Vaksin booster Moderna diklaim ampuh melawan Covid varian Omicron. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya tambahan kasus varian Omicron sebanyak 57 kasus hingga Sabtu (8/1/2022).

Berdasarkan pendalaman kasus yang juga telah dilakukan oleh Kemenkes, kebanyakan kasus Covid 19 varian Omicron adalah orang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Pasien-pasien yang telah terpapar Covid 19 varian Omicron tersebut kebanyakan juga tak bergejala.

"Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan," kata Widyawati, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes.

Berdasarkan pendalaman tersebut, pihak Kemenkes menyebutkan vaksinasi mampu mengurangi tingkat keparahan akibat Covid 19.

ILUSTRASI Vaksin booster untuk Covid-19. Pemberian vaksin booster mulai dilaksanakan 1 Januari 2022 untuk kelompok rentan dan lansia. Pemberian vaksin booster ada yang gratis dan berbayar.
ILUSTRASI Vaksin booster untuk Covid-19. Pemberian vaksin booster mulai dilaksanakan 1 Januari 2022 untuk kelompok rentan dan lansia. Pemberian vaksin booster ada yang gratis dan berbayar. (SHUTTERSTOCK)

Baca juga: Dimulai 12 Januari 2022, Berikut 5 Jenis Vaksin Covid 19 untuk Booster

Baca juga: BEGINI Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 di HP Android

Meskipun mampu mengurangi tingkat keparahan, Widyawati menyampaikan, penerapan protokol kesehatan (prokes) juga harus diterapkan secara disiplin dan ketat.

Widyawati juga mengatakan bahwa Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan varian Delta.

Pasalnya, sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November 2021 lalu, kini Omicron telah terdeteksi di 110 negara dan kemungkinan akan terus bertambah.

"Di level nasional, pergerakan Omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021," bebernya.

Kemenkes juga terus berupaya mendorong daerah untuk menerapkan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Dan turut berperan aktif dalam melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru Covid 19.

Tak hanya itu, pihak pemerintah pusat juga mendorong daerah untuk sesegera mungkin melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi di wilayah yang bersangkutan.

"Protokol kesehatan 5M dan vaksinasi harus berjalan beriringan sebagai kunci untuk melindungi diri dan orang sekitar dari penularan Omicron," bebernya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved