Breaking News:

Cuaca Panas

Penjelasan BMKG Terkait Cuaca Panas di Pulau Jawa Saat Musim Hujan, Sirkulasi Siklonik Biangnya

Berikut ini adalah penjelasan BMKG terkait cuaca panas dan penurunan intensitas hujan di Pulau Jawa maskot tengah musim hujan.

Shutterstock
Suhu bumi mengalami peningkatan akibat dari efek rumah kaca 

TRIBUN-SULBAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait dengan cuaca di Pulau Jawa yang terasa panas saat musim hujan.

BMKG menyampaikan jika beberapa hari terakhir ini curah hujan di Pulau Jawa berkurang.

Sehingga ini menyebabkan cuaca menjadi panas imbas dari tak adanya hujan.

Cuaca panas dan curah hujan yang berkurang di Pulau Jawa disebabkan oleh adanya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna.

"Jika diilihat dari pola angin, saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna, barat Laut Kalimantan yang menahan massa uap air dari Asia. Hal ini menyebabkan uap air ke BBS (Belahan Bumi Selatan) atau tepatnya ke pulau Jawa relatif lebih sedikit atau berkurang dari biasanya," kata BMKG.

Karbondioksida (CO2) menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan suhu bumi
Karbondioksida (CO2) menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan suhu bumi (Shutterstock)

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Jumat 7 Januari 2022: Sulbar Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Baca juga: Kota Mamuju Diprediksi Hujan Lebat Malam Ini, Jumat 31 Desember 2021: Prakiraan Cuaca BMKG

Tak hanya itu, jika dilihat dari kelembapan udara lapisan 700 mb terpantau RH yang cukup kering di wilayah Jawa, terutama Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur.

Akibatnya, asupan untuk pembentukan awan-awan hujan menjadi berkurang.

Pihak BMKG juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang berada di Pulau Jawa bahwa pada tanggal 9-13 Januari 2022 diperkirakan Piala Jawa bakal kembali mengalami peningkatan intensitas curah hujan.

Tanggapan BMKG

Guswanto Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyampaikan musim tak identik dengan suhu dingin atau panas, melainkan musim identik dengan curah hujan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved