Opini Tribun Sulbar

Peningkatan Pemberdayaan Perekonomian Perempuan, Solusi atau Masalah?

Dan berdasarkan data Kementrian Koperasi 37 juta UMKM 64,5 persennya dikelola oleh perempuan.

Editor: Nurhadi Hasbi
ist/Tribun-Sulbar.com
Hamsina Halik (Pegiat Literasi Revowriter dan Penulis Buku Antologi Bunda Ajari Aku Menuju Mukallaf) 

Oleh: Hamsina Halik

(Pegiat Literasi Revowriter dan Penulis Buku Antologi Bunda Ajari Aku Menuju Mukallaf)

SEIRING perkembangan zaman, kiprah perempuan dalam dunia usaha semakin meningkat. Terlebih selama masa pandemi ini, perempuan pun ikut andil dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Dengan mengandalkan kemajuan teknologi digital, bisnis secara online banyak ditekuni.

Untuk itulah para perempuan pelaku UMKM terus didorong untuk melakukan transformasi usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sebab, disinyalir kiprah perempuan menjadi salah satu harapan untuk memperbaiki perekonomian di negeri ini.

Sebagai bentuk dukungan peran perempuan dalam hal ini telah diluncurkan program 1000 Incubate Women Preneur oleh UMKM Perempuan Perintis (Uprintis) Indonesia bersamaan dengan peringatan Hari Ibu dalam rangkaian Female Fair pada 22 Desember 2021 lalu.

Dari program ini diharapkan benar-benar bisa menjadi program yang bisa menumbuh kembangkan perekonomian perempuan di Indonesia.

Dilansir dari surabaya.tribunnews.com, bahwa Novita Hardini, Founder & CEO Uprintis hadir di Ciputra World lantai 3 mengungkapkan Uprintis Indonesia hadir memberikan akses pendampingan melalui program unggulan yang secara resmi diluncurkan bersamaan dengn peringatan hari Ibu.

"1000 Incubate Women Preneur diharapkan bisa mencetak UMKM perempuan yang tidak hanya jago berbisnis tetapi juga handal dalam promosi, meningkatkan networking bisnisnya, akses pasar, serta mampu mengelola keuangan bisnis yang baik," ujarnya. (23/12/2021)

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved