Breaking News:

Masa Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Jadi 7-10 Hari, Luhut: Siap Hadapi Omicron

Pemerintah berencana untuk mengurangi masa karantina pelaku perjalanan luar negeri yang baru saja masuk ke Indonesia.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
kompas.com
ILUSTRASI Karantina WNI dan WNA dari luar negeri 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah berencana untuk mengurangi masa karantina pelaku perjalanan luar negeri yang baru datang ke Indonesia.

Melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, masa karantina yang 14 hari menjadi 10 hari, sedangkan yang 10 hari menjadi 7 hari.

Luhut Binsar Pandjaitan memang tak menyebutkan secara gamblang mengenai pertimbangan pengurangan masa karantina.

Baca juga: Bupati Polman Optimis Akhir Bulan Januari Bisa Capai Target 70 Persen Vaksinasi Covid-19

Baca juga: La Nyalla Yakin Pemulihan Ekonomi di Sulbar Bakal Lebih Cepat karena Capai Target Vaksinasi

Akan tetapi, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia terus menunjukkan sebuah perbaikan.

Terbukti, pada tanggal 26 Desember 2021 dan 2 Januari 2022 Indonesia mencatatkan 0 kasus kematian pasien Covid 19.

ILUSTRASI Karantina mandiri
ILUSTRASI Karantina mandiri (kompas.com)

Baca juga: RESMI Masa Karantina Bagi WNI Pelaku Perjalanan Luar Negara 10-14 Hari, Ini Aturannya

Baca juga: Dua Kriteria WNI Ini Wajib Lakukan Karantina, Simak Aturannya Berikut Ini

Namun, tak dapat dipungkiri, kasus Covid 19 Varian Omicron juga kian bertambah.

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ke 40 dari 132 negara yang positif terpapar varian baru virus corona yakni Omicron.

Sampai dengan saat ini, jumlah kasus virus Omicron di Indonesia telah mencapai 152 kasus dan pasien sembuh mencapai 23 persen.

"Jadi angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibandingkan yang lain," kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengklaim jika pemerintah siap menghadapi virus corona varian baru yaitu varian Omicron.

Ia menyampaikan akselerasi vaksinasi juga terus digenjot, rumah sakit dan obat-obatan pun terus dipersiapkan.

"Jadi jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu. Dokter lebih siap dan juga penerimaan kita karantina juga sekarang jauh lebih siap," bebernya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved