Breaking News:

Ansor Majene Diserang OTK

Kader Ansor Majene Diserang OTK Setelah Pulang Pengajian, Pelaku Ngaku TNI Sedang Patroli

Sempat terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Namun, saat kader lainnya keluar dari sekret pelaku dan kader Ansor baku hantam.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Masdin/Tribun-Sulbar.com
Kondisi terkirim di Sekretariat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Majene, Jl Muhammad Saleh Banjar, Jumat (31/12/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sulbar, Sudirman AZ, meminta kepada Polres Majene mengusut kasus penyerangan Sekretariat Pengurus Cabang GP Ansor Majene pada Kamis (30/12/2021) dini hari.

"PW GP Ansor Sulbar mendesak Kapolres Majene menangkap pelaku penyerangan sekret dan pemukulan kader kami," kata Sudirman kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (31/12/2021).

Sudirman menjelaskan, penyerangan terjadi sekitar pukul 12.45 WITA.

Kader GP Ansor Majene baru saja pulang dari pengajian dan zikir di Baitul Mahabbah Soreang Banggae Timur.

Kemudian diikuti orang tak dikenal dan melakukan pemukulan di depan sekretariat, Jl Lanto Daeng Passewang, Lipu, Majene.

"Saat baru sampai di depan sekretariat, tiba-tiba dua pelaku tidak dikenal datang dan mengatakan jangan balap-balap, kemudian dijawab sama korban bahwa mereka tidak membalap pak, dan lansung saja pelaku memukul korban yang dibonceng kemudian memukul yang bawa motor," ungkap Sudirman.

Sempat terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Namun, saat kader lainnya keluar dari sekret pelaku dan kader Ansor baku hantam.

"Karena mereka merasa kalah maka pelaku pulang dan mengancam kembali, tidak lama mereka datang berlima membawa benda tajam, namun tidak terjadi perkelahian dan pelaku pulang," terang Sudirman.

Penyerangan tersebut, kata Sudirman, terekam CCTV Sekretariat PC GP Ansor Majene.

"Pelaku sempat menyampaikan ke korban, kalau mereka anggota TNI yang sementara berpatroli," katanya,

Pengakuan korban, pelaku saat berkelahi memang seperti orang terlatih dan berperawakan tegak.

Karena GP Ansor Majene sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Majene.

"Kami mendesak kepada Kapolres Majene agar segera mengusut tuntas kejadian ini dan menangkap pelaku dan berharap kepada Dandim Majene agar memeriksa anggotanya atas adanya perkataan dari pelaku bahwa dari TNI dan apabila itu tidak benar mohon agar diklarifikasi," tandasnya.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved