Breaking News:

Pernikahan Dini

Kemenag Polman Akan Gandeng Dinas Pendidikan Cegah Pernikahan Dini

Pernikahan dini disebut menjadi salah satu indikator tingginya kasus perceraian di Kabupaten Polman.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Kemenag Polman
Kepala Kantor Kemenag Polman Drs. H. Imran K. Kesa 

TRIBUN-SULBAR. COM, POLMAN - Pernikahan dini menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Pernikahan dini disebut menjadi salah satu indikator tingginya kasus perceraian di Kabupaten Polman.

Bahkan merupakan daerah terbanyak angka perceraian di wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan informasi diperoleh tribun-sulba.com, dari catatan Pengadilan Negeri Agama Polewali Mandar, kasus permohonan perceraian di daerah ini mencapai 687 perkara.

Dengan rincian sebanyak 175 perkara mengajukan cerai talak dan 512 perkara ajukan cerai gugat.

Kepala Kantor Kemenag Polman Drs H Imran K Kesa, mengatakan untuk mengantisipasi pernikahan anak usia dini, tahun depan akan membuat MOU atau kerjasama dengan Dinas Pendidikan.

"Pada tahun 2022 seluruh penghulu di Polman, yaitu 37 orang akan kami buatkan mou dengan Dinas Pendidikan.

Nantinya 37 penghulu ini tidak hanya bertugas mengawinkan di KUA, tapi diberi tugas tambahan keluar masuk kekolah-sekolah tsanawiyah ataupun madrasah untuk sosialisasi.

"Para penghulu nantinya diminta mensosialisasikan batas usia pernikahan sesuai Undang-undang Nomor 19  Tahun 2019, yakni minimal 19 tahun"kata Imran.

"Tapi andaikata masih ada jalan dikuliahkan atau belajar anak-anak. Jangan terlalu dini berpikir tentang pernikahan, " tuturnya.

Menurut Imran K Kesa, sosialisasi di sekolah sangat penting mengingat tingginya kasus perceraian di Polman.

"Dan rata-rata yang bercerai itu adalah yang menikah di usia dibawa umur," sebutnya. (San)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved