Breaking News:

PMII Majene

PMII Majene Demo, Minta Bubarkan Staf Khusus Bupati Andi Achmad Syukri Tammalele

Kader PMII Majene, Ma'ruf mengakatan, staf khusus bupati majene tersebut tidak memiliki dasar pembentukan yang jelas.

Penulis: Masdin | Editor: Hasrul Rusdi
Masdin/Tribun-Sulbar.com
Massa aksi dari PMII Majene di depan Kantor Bupati Majene, Jl Gatot Subroto, Pangali-Ali, Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (29/12/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Majene demo di depan Kantor Bupati Majene, Rabu (29/12/2021) siang.

Mere ingin bertemu Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele perihal Staf khusus Tim Bupati Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TBUP3) yang dibentuknya beberapa bulan lalu.

Kader PMII Majene, Ma'ruf mengakatan, staf khusus bupati majene tersebut tidak memiliki dasar pembentukan yang jelas.

Massa aksi dari PMII Majene di depan Kantor Bupati Majene, Jl Gatot Subroto, Pangali-Ali, Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (29/12/2021).
Massa aksi dari PMII Majene di depan Kantor Bupati Majene, Jl Gatot Subroto, Pangali-Ali, Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (29/12/2021). (Masdin/Tribun-Sulbar.com)

"Hasil kajian kami bahwa staf khusus bupati majene ini tidak mempunyai dasar hukum dalam pembentukannya," terang Ma'ruf yang juga mahasiswa Unsulbar.

Lebih jauh Ma'ruf mengatakan dengan adanya TBUP3 itu juga tidak memberikan dampak yang positif.

"Hanya membuang anggaran saja," ucapnya.

Terkait tuntutan PMII Majene, Ma'ruf mengatakan, ingin tim khusus tersebut dibubarkan.

"Tuntutan kami cuman satu, bubarkan," tegasnya.

Dari pantaun Tribun-Sulbar.com massa aksi tidak berhasil bertemu langsung dengan bupati.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved