Breaking News:

Kemenkes Umumkan Penambahan 21 Kasus Covid-19 Varian Omicron

Kemenkes umumkan penambahan kasus Covid 19 varian Omicron sebanyak 21 kasus. Total ada 47 kasus varian Omicron di Indonesia.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Nurhadi Hasbi
kompas.com
ILUSTRASI Varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan ada penambahan sebanyak 21 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia pada Rabu (29/12/2021).

Total penambahan 21 kasus tersebut berasal dari perjalanan internasional yaitu Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Sebelum, pihak Kemenkes juga telah melaporkan adanya satu kasus Covid 19 varian Omicron dari transmisi lokal di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Dengan demikian, total kasus Covid 19 akibat varian Omicron ada sebanyak 47 kasus di Indonesia.

Tanggapan Legislator

Saleh Dauley, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menyampaikan pemerintah harus gencar melakukan testing dan tracing usai ditemukannya kasus varian Omicron transmisi lokal di Indonesia.

Ilustrasi - Virus Corona Varian Omicron.
Ilustrasi - Virus Corona Varian Omicron. (Freepik.com)

Baca juga: JADWAL Arsenal vs Wolves Mundur Gegara Inggiris Dihantam Lonjakan Covid-19 Varian Omicron

Baca juga: Pasien Positif Omicron dari Inggiris Lolos di Wisma Atlet, Kemenkes Perketat Aturan Tes Covid 19

"Tentu kita berharap pemerintah mengintensifkan tracing dan testing. Sekarang kan kayak kemarin orang sudah keluar ternyata dia transmisi lokal."

"Kalau yang transmisi lokal ini benar-benar harus di-tracing dengan siapa dia punya kontak erat," kata Saleh Dauley.

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai dengan ditemukannya kasus transmisi lokal varian Omicron di Indonesia ini, seharusnya menjadi momentum untuk pembuktian terkait efektivitas aplikasi PeduliLindungi dalam melacak penyebaran varian Omicron.

Lebih lanjut, Saleh Dauley berujar jika seharusnya pemerintah kian memperketat pemberlakuan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah penemuan kasus Omicron.

Level PPKM harus ditingkatkan apabila data yang dimiliki pemerintah menunjukkan situasi yang semakin gawat.

"Jika memang transmisi ataupun penyebaran virus ini dianggap sudah memang perlu mendapat perhatian lebihs serius dan pengetatan lebih serius, maka levelisasi bisa dinaikkan dari 2 menjadi 3 misalnya," bebernya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved