Kosmetik Ilegal

WASPADA! BPOM Temukan Ribuan Kosmetik Ilegal di Sulbar Mengandung Merkuri, Polman Terbanyak

BPOM menyebut, produk kosmetik ilegal lebih gampang beredar karena pembelian secara online dalam jumlah besar.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Abd Rahman
produk-produk kosmetik dan kecantikan ilegal temuan BPOM Mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kasus penemuan kosmetik ilegal di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terbanyak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan Kabupaten Mamuju.

8.788 penemuan kosmetik ilegal di seluruh wilayah Sulbar.

Enam wilayah atau kabupaten di sulbar tersebut terbanyak Polman dan Mamuju.

"Hasil pengawasan dari semua wilayah di Sulbar hampir merata, tapi memang terbanyak Polman dan Mamuju," ungkap Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju, Lintang Jaya Purba, saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di kantor BPOM Mamuju, Desa Tadui, Mamuju, Selasa (28/12/2021)

Menurutnya, produk kosmetik ilegal lebih gampang beredar karena pembelian secara online dalam jumlah besar.

"Intensifikasi pangan dan kosmetik kami lakukan ini jelang Natal dan tahun baru kemarin," ungkapnya.

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Jaya Purba 54
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju, Lintang Jaya Purba, saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di Kantor BPOM Mamuju, Desa Tadui, Mamuju, Selasa (28/12/2021)

Disebutkan, kosmetik yang paling banyak ditemukan mengandung merkuri atau pemutih dan bahanya dilarang digunakan dalam kosmetik.

Karena memang yang dicari produk kosmetik yang memutihkan dalam waktu yang singkat namun mengandung barang berbahaya.

"Meski cepat memutihkan dan mencerahkan tapi dalam waktu yang singkat dan itu sangat membahyakan," pungkasnya (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved