Breaking News:

NASIB Oknum TNI Penabrak Sejoli di Negreg, Perbuatan di Luar Batas Hukuman Seumur Hidup Menanti

Perbuatan yang disebut diluar batas kemanusiaan tersebut, kini dalam penanganan Puspom TNA AD (Pupomad).

Editor: Nurhadi Hasbi
instagram @infojawabarat
Mobil Isuzu Panther hitam bernopo B 300 Q yang menabrak Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14) (kiri), sosok penabrak (kanan) 

TRIBUN-SULBAR.COM - Nasib oknum anggota TNI AD, Kolonel P, Kopda DA, dan Koptu AS, pelaku tabrak lari dua sejoli, Handi dan Salsabila di Nagreg, Bandung, Jawa Barat.

Ketiga oknum anggota TNI tersebut membuang jasad korban, Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Perbuatan yang disebut diluar batas kemanusiaan tersebut, kini dalam penanganan Puspom TNA AD (Pupomad).

Baca juga: KASAD Dudung Janji Transparansi Proses Hukum 3 Anggota TNI Terlibat Tabrak Lari Sejoli di Nagreg

Baca juga: Keluarga Korban Minta Transparansi Penyelidikan Tabrak Lari di Nagreg yang Libatkan 3 Anggota TNI

Kolonel P, Kopda DA, dan Koptu AS sudah ditetapkan sebagai tersangkat dan terancam hukum berat.

Saat ini, mereka menjalani proses penyidikan dan telah ditahan di tiga tempat berbeda.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melalui tayangan video di kanal YouTube Kompas TV memastikan tuntutan yang akan diberikan kepada tiga oknum TNI AD tersebut.

Berdasarkan pasal 340 KUHP, kata Jenderal Andika, ketiga pelaku akan dituntut penjara seumur hidup.

Meskipun sebenarnya, dalam pasal 340 tersebut memungkinkan untuk hukuman mati, tapi Andika ingin memaksimalkan hukuman penjara seumur hidup saja.

Kasad Dudung saat memberi keterangan pers di kediaman keluarga Handi Saputra, korban tabrak lari yang dilakukan tiga anggota TNI AD
Kasad Dudung saat memberi keterangan pers di kediaman keluarga Handi Saputra, korban tabrak lari yang dilakukan tiga anggota TNI AD (Dispenad TNI AD)

"Tuntutan sudah kita pastikan, saya terus mengumpulkan tim penyidik, kita akan lakukan tuntukan maksimalkan pasal penjara seumur hidup."

"Walaupun pasal 340 ini memungkinkan untuk hukuman mati tetapi kita ingin sampai penjara seumur hidup saja," terang Andika.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved