Breaking News:

Pengadilan Agama Polewali Terima Satu Permohonan Izin Poligami dan 179 Dispensasi Menikah

Selain permohonan izin poligami, Pengadilan Agama Polewali juga menerima permohonan dispensasi kawin atau nikah.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Suasana kantor Pengadilan Agama Polewali Mandar, Senin (27/12/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pengadilan Negeri Agama Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menangani sekitar 1.548 perkara selama 2021.

Satu diantaranya adalah perkara permohonan izin poligami.

Dari catatan Pengadilan Agama Polewali, permohonan izin poligami mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Pada tahun 2020, permohonan izin poligami sebanyak dua orang dan semuanya telah dikabulkan.

Baca juga: Umi Nurisma Sulap Lipa Saqbe Mandar Jadi Produk Fashion Kekinian: Aneka Tas Hingga Topi

Suasana kantor Pengadilan Agama Polewali Mandar, Senin (27/12/2021).
Suasana kantor Pengadilan Agama Polewali Mandar, Senin (27/12/2021). (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Selain permohonan izin poligami, Pengadilan Agama Polewali juga menerima permohonan dispensasi kawin atau nikah.

Dispensasi nikah merupakan upaya bagi mereka yang ingin menikah namun belum mencukupi batas usia untuk menikah yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun total permohonan dispensasi kawin diterima Pengadilan Agama Polewali sebanyak 179 perkara.

Dimana, 160 permohonan diantaranya telah dikabulkan dan tiga perkara ditolak.

Tidak hanya itu, Pengadilan Agama Polewali mencatat kasus permohonan perceraian di daerah ini mencapai 687 perkara.

Dengan rincian sebanyak 175 perkara mengajukan cerai talak dan 512 perkara ajukan cerai gugat.

Dari angka itu 150 perkara talak telah dikabulkan, sementara sisanya ditolak dan masih dalam proses.

Sementara perkara cerai gugat 472 dikabulkan dan sisanya masih dan proses dan sebagian ditolak.

Menurut Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Polewali, Drs Sayadi bahwa tingginya kasus perceraian di Polewali Mandar karena beberapa faktor.

"Bervariatif, ada faktor selingkuh, faktor ekonomi , kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan usia dini dan lainnya," ucap Sayadi saat ditemui Tribun, Senin (27/12/2021).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved