Breaking News:

CARA Kemenkes Antisipasi Omicron, Siapkan 16 Ribu Oksigen Genarator di Rumah Sakit

Kemenkes siapkan tempat perawatan di rumah sakit, obat-obatan, dan sebanyak 16.000 oksigen generator.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Menkes Budi Minta Indonesia Waspada Alami Kelonjakan Seperti di Eropa (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden) Senin (22/11/2021)Tak Hanya Satu, Menkes Sebut Ada Lima Orang Lagi yang Kemungkinan Positif Varian Omicron 

TRIBUN-SULBAR.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan tempat perawatan di rumah sakit, obat-obatan, dan sebanyak 16.000 oksigen generator.

Langkah itu disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 menyusul ditemukannya varian baru virus corona yakni Omicron di Indonesia.

Tak hanya itu, pihak Kemenkes juga telah mempercepat vaksinasi khususnya pada kalangan yang beresiko tinggi seperti lanjut usia dan orang dengan imunitas terganggu.

"Harus cepat kita vaksinasi agar mereka tidak tertular oleh Omicron," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan (Menkes).

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk kepentingan yang tidak mendesak.

Pelaku perjalanan darat yang menempuh jarak minimal 250 kilometer atau 4 jam perjalanan, wajib membawa kartu vaksin dan hasil negatif tes RT-PCR atau antigen.
Pelaku perjalanan darat yang menempuh jarak minimal 250 kilometer atau 4 jam perjalanan, wajib membawa kartu vaksin dan hasil negatif tes RT-PCR atau antigen. (kompas.tv)

Baca juga: Teknologi Baru Dipasang di Mesin PCR, Percepat Identifikasi Virus Omicron?

Baca juga: Waspadai Penyebaran Omicron, Pebulutangkis Indonesia Tak Tampil di 3 Kejuaraan Dunia India

Pasalnya, sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan internasional.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk selalu mengenakan masker agar terhindar dari penularan virus Covid 19.

"Gunakan PeduliLindungi, saya lihat banyak rakyat kita yang masuk mal, restoran suka lupa pakai PeduliLindungi, kewajiban petugas mengingatkan karna ini membantu kita kalau misalnya ada orang yang berpotensi menular," ungkapnya.

Lebih lanjut, Menkes Budi menyampaikan pihak Kemenkes akan menyebarkan teknologi baru untuk mesin PCR agar mampu melakukan indikasi awal varian Omicron.

Dengan menggunakan teknologi baru pada mesin PCR maka proses identifikasi Varian Omicron hanya membutuhkan waktu 4-6 jam dibandingkan menggunakan mesin Whole Genome Sequencing (WGS).

"Kita sudah sebarkan di seluruh pintu masuk luar negeri utama sehingga kita bisa lebih cepat mengidentifkasi Omicron, menggunaan tes PCR yang cuma 4-6 jam dibandingkan dengan tes genome sequencing yang 3-5 hari," jelasnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved