Breaking News:

Tribun Pancasilan Tutupi Gedung Gadis, Akademisi Unsulbar: Pembangunan Perlu Memperhatikan Estetika

Ia mencontohkan, gedung Mahkamah Konstitusi , Istana Negara mempunyai makna filosofi dan menambah kewibawaan gedungnya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Dokumentasi Muhammad untuk Tribun-Sulbar.com
Dosen Ilmu Politik Unsulbar, Muhammad 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Pembagunan Tribun Pancasila yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,2 miliar menjadi pembicaraan publik.

Selain masalah anggaran yang cukup fantastik, letak panggung dibuat berada depan gedung gabungan dinas (Gadis) Polewali Mandar tak luput menjadi sorotan.

Menurut Akademisi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Muhammad, setiap penggunaan anggaran pemerintah yang tidak sedikit perlu memperhatikan skala prioritas dan berbasis perencanaan

Disisi lain pembangunan juga harus melalui pengkajian.

Tidak hanya pada manfaat, tetapi perlu memperhatikan segi estetika dan tata letak bangunan.

"Misalnya dengan membangun panggung pas di depan tiang yang menjadi pilar di depan gedung gadis, yang pada awal dibangun jumlah pilar itu pun kalau ada makna filosofinya.

maka sebaiknya nilai histori filosofi tersebut nantinya tetap menjadi simbol bangunan, " ucapnya melalui pesan whatsapp.

Ketua Prodi Ilmu Politik Unsulbar ini menyampaikan aspek estetika itu relatif, yang jelas lazimnya gedung pemerintahan yang pilarnya di depan itu tidak bisa ditutupi.

Ia mencontohkan, gedung Mahkamah Konstitusi , Istana Negara mempunyai makna filosofi dan menambah kewibawaan gedungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved