Breaking News:

Jelang Natal & Tahun Baru, Harga Cabai Keriting di Mamasa Naik Dua Kali Lipat

"Dulu Rp 25.000 per kilo, tapi sekarang sudah naik Rp 50.000," kata salah satu pedagang, saat ditemui, Selasa (21/12/2021).

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun Sulbar / Abd Rahman
Cabai Rawit di Pasar Baru Mamuju Jl Abdul Syakur Mamuju. 

TRIBUN-SUKBAR.COM, MAMASA - Sudah seperti tradisi, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan pokok di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami kenaikan harga.

Beberapa pasar tradisional di Mamasa, memasuki bulan Desember, harga kebutuhan pokok mulai naik.

Satu diantaranya harga cabai di Pasar Kecamatan Aralle.

Harga cabai di Pasar Arlle, mengalami kenaikan harga hingga dua kali lipat.

Di mana sebelumnya harga cabai per kilogram Rp 25.000.

Baca juga: Airlangga: Peningkatan SDM Petani Adalah Kunci Pembangunan Pertanian Indonesia

Baca juga: Jelang Natal & Tahun Baru, Gubernur Ali Baal Minta ASN Tidak Tinggalkan Sulawesi Barat

Memasuki bulan Desember, harga cabai seperti cabai keriting naik hingga Rp 50.000.

"Dulu Rp 25.000 per kilo, tapi sekarang sudah naik Rp 50.000," kata salah satu pedagang, saat ditemui, Selasa (21/12/2021).

Tak hanya cabai keriting, cabai rawit juga mengalami kenaikan harga.

Harga sebelumnya di kisaran Rp 20.000 per kilogramnya.

"Sekarang sudah naik Rp 35.000 per kilonya," ucap dia.

Cabai Rawit di Pasar Baru Mamuju Jl Abdul Syakur Mamuju.
Cabai Rawit di Pasar Baru Mamuju Jl Abdul Syakur Mamuju. (Tribun Sulbar / Abd Rahman)

Kenaikan harga cabai menurut Alo, dipicu kurangnya pasokan cabai lokal jelang Natal dan tahun baru.

Kenaikan harga cabai ini dikeluhkan konsumen.

Risti, salah satu konsumen mengeluhkan kenaikan hargai cabai itu.

"Kita mengeluh karena naik harganya dua kali lipat," keluh Risti.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved