Jelang Natal dan Tahun Baru 2022, ASN Pemprov Sulbar Dilarang Cuti
"Kita harap ini tidak dianggap biasa saja. Karena kita juga tidak ingin ada masyarakat yang kenna virus baru ini," harap Idris.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sekprov-Sulbar-Muhammad-Idris-ditemui-di-lokasi-rapim-akhir-tahun-Pemprov-Sulbar.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Menjelang perayaan natal dan Tahun Baru 2022 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) dilarang cuti ke luar daerah.
Hal tersebut, disampaikan Sekprov Muhammad Idris usai mengikuti pertemuan akhir tahun Pemprov di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Sabtu (18/12/2021).
"Satuan arah dan satu komando untuk mencegah varian baru masuk ke Sulbar. Makanya kita larang ASN cuti ke luar daerah," kata Idris.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 20 Desember 2021: Waspada Angin Kencang Wilayah Mamuju dan Majene
Lanjutnya, semua pihak harus terlibat dan hati-hati saat beraktivitas.
Apalagi, menjelang perayaan natal dan tahun baru yang sudah dekat.
"Termasuk mengikuti kegiatan ke luar daerah ditunda dulu kepada semua pejabat," tegasnya.
Hal itu, akan diperkuat dengan surat edaran Gubernur, Ali Baal Masdar.
Sehingga, bisa dipastikan pergerakan pegawai dibatasi.
"Kecuali kegiatan di luar yang tidak bisa dihindari, seperti keperluan mendesak. Selain itu pejabat dan ASN dilarang pergi-pergi dulu," ungkap Idris.
Saat ini, Sulbar sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua.
Sama halnya, kegiatan sebelumnya perayaan hingga melaksanakan pesta akan dibatasi sesuai aturan dari satgas Covid-19.
"Kita harap ini tidak dianggap biasa saja. Karena kita juga tidak ingin ada masyarakat yang kenna virus baru ini," harap Idris.
Baca juga: Alumni SMPN 1 Wonomulyo Gelar Peringatan Maulid Nabi, Rudianto: Ajang Silaturahmi Lintas Angkatan
Baca juga: ITDC Kesulitan Dana Persiapkan Event MotoGP Mandalika 2022, Andre Rosiade Tawankan Solusi Ini
Selain itu, dirinya mengajak seluruh elemen termasuk tokoh agama, masyarakat dan adat bersama-sama membantu pemerintah
Terutama, pada pencegahan virus varian baru yang sudah masuk di Indonesia.
"Jika ini bersama-sama turut andil, maka kita bisa lalui semua," tandasnya.(*)
Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin