Breaking News:

SDN 057 Pappandangan

Bupati Polman Akan Pindahkan SDN 057 Pappandangan, AIM: Masa Sekolah di Bawah Jembatan

"Kita akan pindahkan, karena memang tidak cocok tempatnya. Masa ada sekolah di dekat saluran air dan di bawah jembatan," ujar Andi Ibrahim Masdar.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Banjir merendam Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar menanggapi kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan.

Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman rencana akan direlokasi karena kerap dilanda banjir.

"Kita akan pindahkan, karena memang tidak cocok tempatnya. Masa ada sekolah di dekat saluran air dan di bawah jembatan," ujar Andi Ibrahim Masdar kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Orang nomor satu di Polewali Mandar tersebut sudah meminta kepada pihak desa untuk mencari lahan untuk pembangunan sekolah baru yang jauh dari saluran air.

Ruangan kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar, tertimbun material batu dan tanah akibat banjir bandang.
Ruangan kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar, tertimbun material batu dan tanah akibat banjir bandang. (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

"Dimana kita mau belajar dengan sehat, kalau tidak ada pekaranganya. Disini gunung, selokan. Kapan pun itu setiap musim hujan pasti masuk air, karena memang selokan disitu," tuturnya.

Dia berharap lokasi atau lahan secepatnya ada ditemukan sehingga pembangunan gedung sekolah untuk SDN 057 Pappandangan segera dibangun.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan siswa SDN 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa diliburkan.

Ruangan kelas dan fasilitas sekolah tidak bisa difungsikan, akibat tertimbun material tanah dan batu pada saat banjir melanda daerah itu,sejak Kamis (16/12/2021) lalu.

Banjir merendam sekolah bukan baru pertama kali terjadi. Ini sudah kesekian kalinya melanda daerah itu.

Baca juga: Belum Ada Perhatian Pemkab Polman, Kondisi SDN 057 Pappandangan Tak Layak Digunakan

Baca juga: Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru: Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin Minimal Dosis Pertama

Namun bencana ini dianggap paling parah. "Banjir sebelumnya tidak separah ini pak, " kata seorang guru Hardi.

Menurut Hardi, gedung sekolah kerap terendam banjir karena posisi bangunan berdekatan dengan sungai.

Apalagi, baru baru di desa tersebut terjadi longsor tidak jauh dari bagunan sekolah.

Kendati demikian, mereka berharap agar ada perhatian pemerintah. Pihak sekolah dan warga setempat berharap ada pembangunan tanggul.

"Kalau belum ada tanggul, kami tidak bisa bersihkan. Karena percuma sudah dibersihkan, tiba tiba banjir lagi," tuturnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved