Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru 2022 Setelah Kebijakan PPKM Level 3 Dibatalkan

Namun demikian, pemerintah tetap memperketat aturan perjalanan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Pesawat Wings Air di Bandara Tampa Padang Mamuju. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah secara resmi membatalkan PPKM level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Namun demikian, pemerintah tetap memperketat aturan perjalanan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca juga: Media Malaysia Sebut Timnas Indonesia Akan Suguhkan Tekel Ala Kung Fu di Stadion Nasional Besok

Dalam Surat Edaran tersebut salah satunya diatur mengenai aturan perjalanan udara selama libur Nataru.

Aturan terbaru naik pesawat ini berlaku 24 Desember 2021–2 Januari 2022.

Berikut syarat naik pesawat selama Libur Nataru, dirangkum TribunTravel dari Kompas.com:

- Pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama

- Hasil tes PCR negatif yang diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan, atau

- Hasil rapid test antigen yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan

Pelaku perjalanan tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19, jika:

Vaksinasi di Lingkungan Padang Baka, Kelurahan Rimuku, Mamuju; Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (26/10/2021).
Vaksinasi di Lingkungan Padang Baka, Kelurahan Rimuku, Mamuju; Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (26/10/2021). (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

- Pelaku perjalanan berusia di bawah 12 tahun

- Pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri di wilayah luar Jawa dan Bali

- Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin

- Terkait poin sebelumnya, pelaku perjalanan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

(*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved