Breaking News:

Banjir Polman

Belum Ada Perhatian Pemkab Polman, Kondisi SDN 057 Pappandangan Tak Layak Digunakan

"Kalau belum ada tanggul, kami tidak bisa bersihkan. Karena percuma sudah dibersihkan, tiba-tiba banjir lagi," tuturnya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Ruangan kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar, tertimbun material batu dan tanah akibat banjir bandang. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri atau SDN 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa diliburkan.

Ruangan kelas dan fasilitas sekolah tidak bisa difungsikan, akibat tertimbun material tanah dan batu pada saat banjir melanda daerah itu, sejak Kamis (16/12/2021) lalu.

Ironisnya, hingga saat ini belum ada perhatian pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman).

"Yang datang baru Pak Dusun dan Pak Desa meninjau lokasi, " ujar Guru SDN 057 Pappandangan, Polman, Hardi.

Baca juga: Lewat Media Sosial Gading Marten Umumkan Gabung ke Persik Kediri, Ini Posisinya

Baca juga: Gedung SDN Pappandangan Polman Tertimbun Material Batu Akibat Banjir Bandang

Banjir merendam Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Banjir merendam Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. (Tribun Sulbar / Hasan Basri)

Banjir merendam sekolah bukan baru pertama kali terjadi.

Ini sudah kesekian kalinya melanda daerah itu.

Namun bencana ini dianggap paling parah.

"Banjir sebelumnya tidak separah ini Pak," paparnya.

Menurut Hardi, gedung sekolah kerap terendam banjir karena posisi bangunan berdekatan dengan sungai.

Apalagi, baru-baru di desa tersebut terjadi longsor tidak jauh dari bagunan sekolah.

Kendati demikian, mereka berharap agar ada perhatian pemerintah.

Pihak sekolah dan warga setempat berharap ada pembangunan tanggul.

"Kalau belum ada tanggul, kami tidak bisa bersihkan. Karena percuma sudah dibersihkan, tiba-tiba banjir lagi," tuturnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved